Berjodoh dengan Pantai Sambolo Anyer [Part I]

Berjodoh dengan Pantai Sambolo Anyer

Berawal dari kuy-kuy-an akhirnya kami memutuskan untuk berangkat ke Pantai Sambolo Anyer. Memang, yang dadakan itu biasanya bakalan jadi. Contohnya saja kemarin, tak ada rencana sama sekali sebelumya ingin pergi ke Pantai nun jauh di sana. Malam harinya memang ada niatan ingin pergi keluar rumah untuk membuat konten. Tapi palingan ujung-ujungnya ke Jakarta (lagi). Pada akhirnya malah berjodoh dengan Pantai Sambolo Anyer. Memang ya, jodoh itu sulit ditebak!

Memang dasarnya pada hari Minggu 27 Oktober 2019 kami berjodoh dengan Pantai Sambolo Anyer kali ya. Hanya kuy-kuy-an di group whatsapp, akhirnya kami fix berangkat ke Pantai Sambolo Anyer yang ada di Jl. Raya Anyer-Sirih, Bandulu, Serang, Banten. Ya kalau dari daerah Balaraja, tempat titik kumpul kita, memakan waktu 2,5 jam sampai 3 jam.  
Berjodoh dengan Pantai Sambolo AnyerAwalnya hanya saya dan Ana saja yang berniat pergi ke Pantai Sambolo Anyer pagi itu. Kami berdua emang orangnya nekad, yang penting ada uang buat bensin, bayar tiket masuk, sama jajan, selagi waktunya pas ya langsung cuss berangkat!

Setelah beberapa menit, saya dan Ana memutuskan untuk bikin konten ke Pantai Sambolo Anyer, entah apa yang merasuki David, salah satu personil yang juga ada di Group Whatsapp tersebut, tiba-tiba menyahuti kepengen ikut mantai. David yang nyahut di grup mau ikut mantai juga bersama pacarnya. Jadilah kita pergi berempat dengan 2 motor, saya dibonceng Ana, dan David membonceng pacarnya.
Berjodoh dengan Pantai Sambolo Anyer
Entah apa yang merasuki David
Sebenarnya kalau pergi jauh naik motor, ada perasaan gak enak sama teman yang bawa motor. Soalnya kan saya gak bisa bawa motor. Hmm. Jadi, mohon maaf nih saya gak bisa diandalkan untuk gantian bawa motor. Emang Mardhiyah mah nyusahin orangnya! Tapi manis kok anaknya~ Hueeek.

Perjalanan dari Tangerang Menuju Pantai Sambolo Anyer


Sebenarnya saya dan Ana sudah siap dari jam 10:00 WIB, tapi karena mesti ada "drama" dulu bahwa si David dikunciin di dalam rumah sama emaknya yang lagi ke Pasar, jadi kita mesti nunggu David dulu, di rumah Ana (Cihideung - Cikupa). Agak lama gitu nunggu David, sampai bikin mata ngantuk! Nah, setelah David keluar dari rumah (rumahnya di Balaraja), kita juga mesti nunggu lagi soalnya si David mesti jemput pacarnya dulu yang rumahnya di Legok. Kebayang kan gimana lamanya nunggu si David? Haha.

Mengingat sebentar lagi waktu dzuhur tiba, akhirnya kami putuskan untuk dzuhur dulu di rumah Ana sambil nunggu David sampai di titik kumpul. Daaaan, setelah kami kelar dzuhur dan touch up (lagi), kami pun langsung cuss melipir ke titik kumpul di sebrang Telaga Bestari.

Berjodoh dengan Pantai Sambolo Anyer
Daripada BT kan nunggu si David lama, mendingan kita wefie dolo~
Drama gak sampai di situ gaes, kami mesti menunggu David (lagi) ternyata! Hmm~ Akhirnya setelah beberapa menit menunggu, David pun datang bersama pacarnya sekitar jam 12:30 WIB. Daaan gasspoooool berangkaaaat~

Berjodoh dengan Pantai Sambolo Anyer
David dan kekasih [Foto : @davidarynt]
Perjalanan berangkat dari Tangerang menuju Pantai Sambolo Anyer ini banyak memberikan saya pelajaran. Salah satunya adalah membawa kacamata hitam kalau kita ingin motoran yang jauh. Kenapa? Karena teriknya matahari panas banget cuy ke mata, belum lagi debu jalanan yang terbang pasti ada deh yang masuk ke mata kita. Sampai-sampai belek mata warnanya jadi hitam! Serius deh~

Jadi, membawa kacamata hitam untuk motoran jauh itu penting banget! Ini juga saya belajar dari David dan pacarnya yang udah sering traveling ke mana-mana pake motor.

Terus yang gak kalah penting yaitu masker bahan, karena kalau pakai masker yang biasa dipakai sekali pakai, gak mempan cuy sama ganasnya jalanan siang hari. Kemarin pas di rest area dekat pantai, itu kelihatan banget kotornya masker yang saya pakai, jadi debu-debu nembus aja gitu. Hmm kebayang dong kotornya gimana wajah manis saya ini? Hueeeek~

Kalau untuk kondisi jalan dari Tangerang menuju Pantai Sambolo Anyer terbilang enak untuk dijelajahi. Mulus dan gak ada jalan yang rusak, ya paling saat melewati kawasan industri yang berdebu banget. *Maaf gak ada foto keadaan jalan, karena ponsel saya sedang tidak baik-baik saja.*

Trek jalannya bisa dikatakan beda dengan perjalanan menuju curug yang ada di Bogor, yang biasanya saya lewati saat berlibur. Ini tuh menurut saya kondisi jalannya masih aman saja. Gaya banget ya saya, padahal bukan yang bawa motor!

Dan akhirnya setelah melewati kurang lebih 3 jam perjalanan lamanya dari Balaraja Tangerang ke Pantai Sambolo Anyer, kami pun sampai dengan selamaaaaaaat! Oh ya, by the way kalau di GMpas perjalanan hanya memakan waktu 1 Jam 47 Menit, dan ini beda jauh banget sama kenyataannya~ #Karena kita motoran, jadi ya gak lewat tol ya.



Tunggu cerita kami selanjutnya pada artikel part II yaa :)

Berjodoh dengan Pantai Sambolo Anyer
Salam dari kami berdua yang manisnya keterlaluan. [Photo taken by @davidarynt]


3 Responses to "Berjodoh dengan Pantai Sambolo Anyer [Part I]"

  1. Bener emang,kalo gak direncanain suka jafi,mantab euy,tapi mana gambar pantainya ya?

    ReplyDelete
  2. Part 2 mau donk ikut ..
    ����

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel