Soal Pagi dan Jangan Lelah untuk Berbuat Baik

Soal Pagi dan Jangan Lelah untuk Berbuat Baik

Pagi hari saat saya mengecek chat whatsapp, ada salah satu teman saya yang mengirimkan video bersumber dari youtube seperti di bawah ini. 


Setelah saya tonton sampai habis, fix video ini menjadikan pagi saya menjadi pagi yang bermakna. Saya termasuk tipe orang yang percaya dengan kalimat "Pagi adalah awal atau penentu". Ketika pagi hari kita diiisi dengan sesuatu yang bermakna, maka beberapa jam berikutnya akan mengikuti awalnya. Saya mempunyai pemikiran seperti itu!

Karenanya, pada artikel kali ini saya akan sharing tentang hal-hal kecil yang kerap kali saya lakukan saat pagi hari dan juga tentang keajaiban dari melakukan kebaikan.

Saat Pagi Datang


Setelah bangun tidur, saya tidak langsung menghidupkan paket data internet pada ponsel saya. Saya abaikan dulu selama beberapa menit atau bahkan jam. Lalu apa yang saya lakukan? Kalau saya bangun tidak kesiangan, maka saya akan menghangatkan air untuk diminum terlebih dahulu. Lalu setelah itu saya meminumnya, dan dilanjutkan dengan mengambil wudhu atau mencuci muka. 

Setelah itu melakukan ritual agama atau beribadah. Usahakan untuk membaca Al-Qur'an pada pagi hari, karena saya merasakan perbedaan saat mengawali hari dengan membaca Al-Qur'an atau mendengarkan lantunan ayat Al-Qur'an dan tidak. Biasanya saya membaca surat Yasin pada pagi hari. Pagi adalah saat yang pas untuk saya isi dengan ketenangan. 

Setelah itu saya baru sarapan sambil mendengarkan lagu favorit (kadang tidak sambil mendengarkan lagu). Barulah setelah itu saya mengecek-ngecek ponsel. Hal ini saya lakukan karena saya ingin memberikan jeda pada otak saya untuk melihat ponsel. Karena kini ponsel seperti alat kerja saya. Dan saya juga membatasi diri untuk melihat-lihat media sosial pada awal hari. Yah, kalau sudah agak siangan barulah saya siap mengecek media sosial.

Percaya atau tidak, ketika kita mengawali pagi hari dengan sesuatu yang bermakna, maka pada jam jam berikutnya tanpa kita sadari akan terbawa dengan suasana saat pagi hari.

Soal Kebaikan, Tak Ada Yang Sia-Sia


Maaf jika tulisan kali ini 'agak' bersifat ria. Tapi bukan itu maksud hati. Saya hanya ingin sharing soal kebaikan atau berbuat baik. Saya percaya bahwa ketika kita melakukan kebaikan, tak akan ada yang sia-sia. 

Tak munafik, saya akui saya pernah merasa sia-sia atas usaha yang saya lakukan dengan maksimal. Inginnya hati memenangkan lomba A yang telah diusahakan dengan maksimal, membuat tulisan seinformatif mungkin, membuat infografis semenarik mungkin yang memakan waktu berhari-hari, begadang pun saya lakukan untuk mengusahakan agar yang telah dimaksimalkan mendapatkan hasil terbaik. Tapi, pada kenyataannya tidaklah demikian! Nama saya tidak ada pada pengumuman pemenang lomba. 

Sempat kecewa yang teramat, sampai-sampai rasanya ingin menangis. Tapi buat apa? Toh hasil juri sudah yang terbaik. Saya belum beruntung dan memang bukan rezeki saya. Saya mesti belajar lebih lama lagi!

Tak disangka, saya malah memenangkan lomba lain yang malah tidak saya harapkan. Karena saya berpikir bahwa lomba yang saya ikuti ini peminatnya lebih banyak, jadi kemungkinan saya bisa menang lebih kecil. Yang saya tahu, saya membuat artikel lomba ini bukan untuk yang terbaik versi juri, tetapi artikel ini saya buat yang terbaik versi saya. Jadi ya, mengertilah bagaimana kagetnya saya ketika tahu bahwa artikel yang telah saya buat mendapatkan juara. Beneran gak nyangka!

Ya mungkin ini rezeki orang tua saya, karena sembako di rumah sudah habis. Saya mikirnya seperti itu. Tapi setelah saya ingat-ingat kembali, ada sesuatu keajaiban yang mungkin salah satunya karena kebaikan yang saya lakukan saat hendak mengikuti lomba tersebut.

Jadi, sebelum saya membuat artikel untuk lomba tersebut, ada salah seorang teman yang meminta tolong untuk dibuatkan sesuatu (adalah pokoknya), dan kebetulan saat itu saya mampu untuk membuatnya. Dan sambil mengerjakannya batin saya berbicara bahwa "Apakah saya benar-benar ikhlas membantu teman saya ini?" Beneran deh, ketika membantu orang lain saya selalu mempertanyakan soal keikhlasan ini. Soalnya ngerih aja gitu apa yang saya kerjakan sia-sia (gak berpahala). Saya pun sadar diri, saya pernah dibantu olehnya, ya jadi saya gak ngarep apa-apa. Hitung-hitung saling membantu.

Ternyata, saya baru sadar hal kebaikan sekecil apapun bisa mengantarkan rezeki untuk saya. Percaya atau tidak, setiap saya melakukan kebaikan yang dibarengi dengan lomba blog atau pun media sosial. Ada saja keajaibannya. Sampai-sampai bisa mengantarkan saya menjadi juara. Tetap, semua itu hanya Allah yang mengetahui!

Namun, saya semakin takut soal keikhlasan yang kerap kali menjadi pertanyaan dalam batin saya. Apakah saya mampu ikhlas melakukan kebaikan sekecil apapun itu? Ngerih-ngerih, saya melakukan kebaikan hanya karena ingin mendapat balasan. 

Jadi bagaimana kalau menurut kamu soal kebaikan, sepahamkah dengan saya?
 

6 Responses to "Soal Pagi dan Jangan Lelah untuk Berbuat Baik"

  1. Memang, untuk memiliki hari yang bermakna harus diawali dengan pagi yang semangat.

    ReplyDelete
  2. Terimakasih banyak untuk informasinya Mbak, pasti akan sangat membantu.

    ReplyDelete
  3. Saya juga suka nih Mbak minum air putih hangat di pagi hari setelah bangun tidur.

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah, memang rezeki bisa datang dari mana saja ya Mbak.

    ReplyDelete
  5. Kebaikan pada dasarnya ikhlas. Itu kunci pokok dari sebuah perbuatan yang bernama "Kebaikan". Tapi, untuk menuju keihklasan tersebut ada proses2 yang tak mudah untuk dilewati. Terkhusus proses perdamaian dengan hati sendiri.

    Kalau menurut aku sih gitu Dyah,,,dalam komentarku diatas, aku pun belum bisa Istiqomah menjalankan. Masih berproses yang angin-anginan hehehe

    Semangat berkarya Dyah😍
    Sukses terus yah

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel