Rasanya Menjadi Seorang Administrasi Planning di Pabrik Sepatu

Rasanya Menjadi Seorang Administrasi Planning di Pabrik Sepatu
Rasanya Menjadi Seorang Administrasi Planning di Pabrik Sepatu
Setelah berbagai pertimbangan, akhirnya fix saya memberanikan diri untuk menulis mengenai pengalaman menjadi seorang administrasi planning di sebuah perusahaan yang memproduksi sepatu (pabrik sepatu) pada blog marudiyafu.com kesayangan ini.
FYI, ini merupakan pengalaman saya pada 2011 sampai 2012 dan bersifat subyektif. Jadi, kemungkinan besar akan berbeda dengan yang dirasakan oleh orang lain yang juga berada di posisi yang sama dengan saya saat itu.
Setiap pekerjaan tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saya sangat mengapresiasi mereka yang (bisa) betah bekerja bertahun-tahun di posisi administrasi planning. Gak mudah cuy kerja sebagai administrasi planning apalagi di pabrik sepatu yang terkenal dengan dunianya yang 'keras'.
Namun saya bersyukur bisa merasakan menjadi seorang administrasi planning pada umur belasan tahun. Which is baru lulus SMK! Sebuah kesempatan emas bukan?!
Pada dasarnya administrasi planning sama seperti bagian administrasi untuk PPIC (Production Planning and Inventory Control). Planning di sini bertugas untuk merencanakan, mengontrol, dan mengendalikan proses produksi. Bagian ini lebih baik diisi oleh mereka yang berpengalaman. Tapi tak menutup kemungkinan, bisa diisi oleh pendatang baru.

Nah, jadi bagian administrasi planning adalah yang bertugas mengadministrasikan hasil dari perencanaan, pengontrolan, dan pengendalian proses produksi. Ada tugas harian, mingguan, sampai bulanan yang mesti dikerjakan. Mulai dari update daily balance setiap paginya, sebelum memulai produksi, sampai ada laporan bulanan apa-apa saja yang mesti dipersiapkan untuk bulan berikutnya.

Untuk detail jobdesc-nya saya sudah lupa. Jadi, yang saya sebutkan hanya seingatnya saja ya.

Pekerjaan seorang administrasi planning, bisa dibilang tidak ada kata menganggur. Ada saja kerjaan yang mesti dikerjakan, dan ada saja masalah yang harus dipecahkan solusinya.

Pekerjaannya meliputi membuat daily balance setiap pagi untuk kebutuhan produksi, yang mana harus sesuai antara aktual di lapangan dengan di sistem. Lalu membuat schedule produksi, kita menentukan mesti memproduksi berapa quantity setiap harinya dan juga menyesuaikan dengan material yang tersedia. Lalu mengeprint berbagai bon untuk kebutuhan produksi, yang mana bon itu untuk ditukarkan pada bagian warehouse yang nantinya akan berganti menjadi material produksi. Dan pekerjaan lainnya yang saya pun sudah lupa detailnya.

Pekerjaannya lebih dominan menggunakan microsoft excel dan sistem yang ada di perusahaan. Jadi, kita harus melek excel dan sistem itu. Oh ya, biasanya setiap administrasi planning diberikan tugas untuk memegang beberapa line produksi, tergantung sih. Ada yang megang 2 line, 3 line, ada juga yang memegang sampai 4 line. Kalau saya waktu itu hanya memegang 3 line. Bahkan terakhir kerja, hanya memegang 2 line. Jadi, line yang kita pegang menjadi tanggung jawab kita sebagai administrasi planning. Jika ada masalah, kita yang akan dipanggil oleh atasan!

Satu team planning terdiri dari beberapa orang yang tugasnya di lapangan, lalu ada administrasi planning, dan pastinya ada kepala planning dalam tiap team. Nah dari beberapa team ada lagi kepalanya. Ya strukturnya seperti segitiga mengerucut ke atas.
Baru lulus SMK sudah ditempatkan pada posisi yang bikin pusing banget itu sesuatu banget gaes. Apalagi mesti berhadapan dengan orang-orang produksi yang memang sudah bekerja lebih lama dibanding anak bayik ini. Ah rasanya itu setiap hari muncul keinginan untuk resign ajalah gue!
Oh ya, btw klo mau tahu gimana sih, kok anak baru lulus SMK bisa ditempatkan di bagian administrasi planning? Saya sudah menuliskannya di sini ya :)
Dulu itu saya berasa admin planning paling lugu! Iya dong, paling muda dan paling 'polos' itu ya gue. Haha. Tapi ini beneran lho ya. Kalau ditanya, bagaimana rasanya jadi administrasi planning? Pada masa awal kerja rasanya pusing banget! Tidur tak tenang, berangkat kerja pun kebayang-bayang, "gimana ya line yang gue pegang nanti?". "Bakalan ada masalah apa hari ini?" Pokoknya ya, masalah itu sudah seperti teman kerja gue saat awal-awal masuk kerja.

Setelah beberapa bulan jadi administrasi planning, mulai bisa menikmati pekerjaannya. Mulai bisa lah ya menghadapi dan memecahkan masalah. FYI, untungnya memecahkan masalah di bagian Planning itu ga sendirian, kita memecahkan masalah bersama-sama dengan team. Karena memang planning adalah kerja team. Tapi tetap saja sih, ada pusing-pusingnya juga setelah beberapa bulan beradaptasi dengan pekerjaan ini. Apalagi kan, tugas seorang administrasi planning kan hanya si administrasi planning yang memegang line tersebut yang menghandle, jadi kalau tidak masuk ya berabe juga.

Saya beberapa kali tidak masuk kerja, tetap saja di rumah mesti on ponsel. Karena kan tidak ada yang tahu pekerjaan yang saya pegang. Jadi mesti memberi petunjuk kepada yang menggantikan saya. Entah itu soal password akun sistem, dan soal pekerjaan lainnya. Intinya, sebisa mungkin jangan sampai tidak masuk kerja, karena akan mengganggu pekerjaan karyawan lainnya!

Nah, ketika akan resign pun demikian. Ada yang namanya serah terima kerja. Kita mesti memberitahu apa-apa saja yang kita handle. Dan kebiasaan kita kerja itu seperti apa harus diberitahu agar yang menggantikan kita bisa mensiasatinya.

Rasanya nano nano sekali menjadi seorang administrasi planning di pabrik sepatu gaes. Tapi seru juga sih dengan berbagai tantangan yang ada di dalamnya. Membiasakan diri untuk merencanakan secara matang terlebih dahulu sebelum memulai segala sesuatunya.

Apapun pekerjaanmu saat ini, mencoba untuk bersyukur ya :)

9 Responses to "Rasanya Menjadi Seorang Administrasi Planning di Pabrik Sepatu"

  1. Hmmm...menarik menjadi seorang administrasi planning.. ada tantangannya dan memang sepertinya akan menyita waktu, bahkan dirumah tetap dituntut untuk (setidaknya) memantau perkembangannya.

    ReplyDelete
  2. Semangat terus dalam menata masa depan Mbak, semoga dimudahkan segala urusannya.

    ReplyDelete
  3. Terimakasih banyak sudah berbagi informasi yang sangat bermanfaat ini Mbak.

    ReplyDelete
  4. Terimakasih banyak sudah berbagi pengalaman yang sangat bermanfaat ini Mbak.

    ReplyDelete
  5. Wah waktu dirumah juga masih memantau jadi ya Mbak.

    ReplyDelete
  6. Banyak tantangan yang diberikan ya Mbak, semangat terus dalam berkarya Mbak.

    ReplyDelete
  7. Semua kerja pny tantangan tersendiri dan seni yang bisa dinikmati. Mantap sharingnya mba, menjadi info bermanfaat bagi orang lain

    ReplyDelete
  8. Tantangan selalu ada di tiap jenis pekerjaan ya, makasih Diyah udah sharing pengalaman kerjanya 😆

    ReplyDelete
  9. Terimakasih sudah berbagi pengalaman, sangat inspiratif

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel