Tatapan yang Menyeramkan

Aku terus berjalan menyusuri pasir putih yang menyentuh hangat tapak kaki. Tanpa sadar aku teringat akan raut wajah yang tanpa sengaja menyapaku dalam lamunan sore. Diaaa. Lagi-lagi wajahnya yang selalu menyapaku dalam lamunan tak bertuan. 

Inginku menepis dan membuang lamunan itu. Tapi sungguh sial! Dia enggan beranjak dari bayangan semu sore itu. Aku mendengar namaku disebutnya tanpa jeda, dia terus dan terus memanggilku bersama deru ombak yang berteriak.  


Hingga aku tenggelam dalam lamunan sore yang sungguh menyebalkan. Ia menatapku tajam tanpa berkedip. Sedang aku hanya diam terpaku akan wajahnya yang sungguh mempesona. Seolah detik demi detik tak terasa telah berlalu meninggalkan tatapan semu. 

Aku pun tersenyum saat mata kita beradu dan saling berbicara soal masa lalu. Dan dia, dengan nakalnya memperhatikan senyumku sambil membelai lembut kepalaku.

Aku kaget! Setelah tatapan kita bertemu sekian menit, tatapan tajamnya seolah melemah tak berdaya. Bayangan itu perlahan menghilang bersamaan dengan matahari yang tenggelam. Dan aku tersadar, aku telah terbawa oleh derasnya ombak di tengah pantai.

Aaaah, ternyata dia kejam! Ingin membawaku bersamaan dengan tatapan tajam itu.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rodhiyatum Mardhiyah

1 Response to "Tatapan yang Menyeramkan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel