-->

Tak Perlu Memusnahkan Harapan Baru untuk Mengenang yang Telah Usai

Tak Perlu Memusnahkan Harapan Baru untuk Mengenang yang Telah Usai
[Foto : @mardhiyart]
Sebenarnya diri tak ingin larut dalam kenangan yang tak berujung. Ingin hati mengubur semua yang indah-indah berbakat luka. Membiarkan diri bebas dengan kehidupan baru. Tapi apa daya, kenyataan memang tak selalu lebih indah dari secuil kenangan.
Diri sempat menaruh hati kepada sosok yang dianggap teramat baik dari sekian banyaknya lelaki di bumi.   
Tentang kamu, kenangan itu. Sebenarnya aku berat untuk membuka kembali lembaran-lembaran indah yang telah aku susun teramat rapih pada box yang telah aku simpan. Bukan apa, aku takut hanyut ke dalam masa lalu yang pedihnya bukan main. Tapi, semakin aku menyimpannya dengan penuh keyakinan, semakin juga diri ini ingin membukanya kembali walau hanya sekadar untuk mengenang.

Teruntuk kamu, Aku tahu, kamu telah bahagia dengan dirinya. Aku pun tahu, kamu telah melupakanku seutuhnya. Karena aku yakin kamu memang sosok lelaki baik. Jika sudah menemukan yang tepat, maka kamu enggan melirik hati yang lain. Itu salah satu yang sangat aku ingat tentang kamu!

Hay kamu, aku pun tahu bahwa kamu tak mungkin membaca tulisan tak berarti ini. Tak apa~ Karena niatku menumpahkan segala rasa melalui tulisan ini hanya untuk memuaskan diri saja. Bukan untuk kamu ketahui!

Kamu tahu, aku selalu berdoa kepada Tuhan agar aku bisa berjodoh dengan lelaki yang kurang lebih sama seperti adanya kamu. Tapi, baik-baiknya saja yang sama untuk yang buruknya jangan deh ya. Aku pun meyakini bahwa Tuhan kelak akan mengabulkan doaku! Doa seorang perempuan yang sempat ada di hatimu.

Satu hal yang aku tahu setelah banyaknya pelajaran yang aku dapatkan. Aku harus bisa menerima semua takdir ini sepenuhnya, menyembuhkan diri dari berbagai luka. Pun mengikis kenangan agar tercipta kenangan-kenangan berikutnya. Agar aku mampu menerima seutuhnya lelaki baru dalam hidupku yang akan menemani masa depanku kelak.

Aku pun tak ingin egois! Ketika sudah menemukan hati yang baru, tentu aku tak akan membiarkan kenangan tentang kita bersemayam dalam memori begitu saja. Aku ingin benar-benar mengosongkan pikiran untuk merekam memori baru bersamanya. Lelaki yang telah dengan suka rela menerimaku satu paket dengan masa laluku. 

Soal mengikhlaskanmu dan soal membiarkan semua kenangan tersimpan rapih dan tak terbuka kembali. Aku harap bayangan tentang kamu tak lagi menghantui pikiranku, biarlah kita bahagia dengan kehidupan masing-masing.

Tak perlu menyalahkan hati yang lain untuk memenangkan hati sendiri. Tak perlu memusnahkan harapan baru untuk mengenang yang telah usai. Semuanya bisa menjadi baik-baik saja selama kita paham dengan porsinya.

Mungkin beberapa perempuan di bumi ini bisa belajar dari pengalamannya dalam menaruh hati. Pun dalam mengolah perasaan. Hay kamu, yang telah terjadi biarlah menjadi pembelajaran untuk kita, agar tak keliru dalam menaruh hati.

Menjadi pilihan pasti, membuka hati pada saat yang tepat. Bukan apa, karena hati pun sebenarnya merindukan sosok yang benar-benar tepat!

0 Response to "Tak Perlu Memusnahkan Harapan Baru untuk Mengenang yang Telah Usai"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel