Rasa yang Singgah di 2018

Malam ini gerimis dengan syahdunya membisikkan telingaku untuk melaju ke tempat tidur, 
Tapi pikiranku tetap tertuju akan catatan digital yang belum aku isi beberapa pekan,
Akhirnya ku putuskan untuk tetap mengetik di depan layar untuk mengisi kekosongan.
Hati tidak apa kosong, tapi tidak dengan blog.

Waktu telah berganti. Saat aku mengetikkan ini, tepat masih berada di awal Januari 2019. Kini, izinkan aku untuk mengulas kembali apa yang telah aku lewati selama 2018. Mungkin tulisan ini tidak panjang, namun dengan rasa yang dalam.

Dunia baruku dimulai tepat sejak 2018. Aku mulai memfokuskan diri akan dunia blog di 2018. Yang awalnya hanya mengandalkan blog gratisan, di Februari 2018 aku mulai memberanikan diri untuk membeli domain. Selain karena tergiur 'Diskon 50 %' pembelian domain pada salah satu penyedia layanan domain, aku juga memang mempunyai niatan mengganti nama domain blog ini yang awalnya rodhiyatummardhiyah.blogspot.com menjadi marudiyafu.com

Menautkan pilihan ke marudiyafu.com tentunya dengan berbagai pertimbangan. Dan saya sudah menuliskannya di sini.

Saat blog ini sudah berpindah alamat. Perempuan yang dulunya sering berpindah tempat kerja. Kini di 2018 mulai menjajaki langkahnya ke berbagai tempat yang berbeda. Bertemu dengan berbagai macam karakter manusia.

Blogger, Freelancer, Tangerang, marudiyafu.com

Setiap waktu yang berlalu, memberikannya pelajaran yang berbeda. Setiap kepala yang ditemuinya, semakin membuatnya bingung. Setiap drama yang dilaluinya, membuat dirinya ingin balik saja ke masa kanak-kanak yang tanpa beban. Ah, sungguh tidak dewasa!

2018 berprofesi sebagai freelancer katanya, namun nyatanya setiap ditanya sudah kerja di mana, bibirnya kaku menjawab. Terpaksa kata 'menganggur' yang terlontar untuk menyelesaikan pertanyaan yang membutuhkan jawaban panjang itu.

Tidak punya kantor, bekerja tak melihat waktu, terkadang lupa untuk makan, apalagi untuk tidur yang mesti pertimbangan untuk melakukannya.

Istirahat bukan lagi hanya soal tidur, tapi juga soal otak yang tidak sedang bekerja. Bermain sosial media bukan lagi hanya untuk mengupdate status galau, pun juga mengenai pekerjaan. Naik transjakarta maupun KRL bukan untuk main jauh lagi, tapi juga soal rutinitas yang dipertanggungjawabkan.

Hidupku banyak berubah di Tahun 2018, begitu pun hatiku.

Seiring dengan rutinitasku, banyak sekali adu argumentasi yang mesti aku hadapi. Bukan hanya saat tatap mata dan muka, namun juga saat menatap layar smartphone. Yang membuatku kuat adalah pernyataan bahwa "Setiap yang hidup pasti mempunyai masalah".

Kata orang banyak, hidup itu keras! Kini, aku paham bagaimana kerasnya hidup sampai tercipta berbagai macam kepala dengan keunikannya.

Dulu adalah soal berkas kerja, laporan harian, target, mesin produksi, hingga kemasan kopi. Akankah kini yang sedang dijalani akan menjadi 'Dulu' juga di masa yang akan datang?! Entahlah, aku masih ingin menikmatinya bersama dengan rasa.

Aku ingin menikmatinya lebih lama lagi!

Menurut ayatNya, bersyukur itu harus karena jika seorang hamba bersyukur, maka akan ditambah nikmatnya oleh Allah SWT. Dan, aku bersyukur karena telah sedikit mengenal dunia baruku.

Aku bersyukur karena 2018, aku bisa merasa cukup!

Aku bersyukur, karena beberapa doaku telah menemukan jalan.

Jika 2019 jalanku mesti berubah, ku harap status di KTP ku juga berubah.
Apa yang kita tekuni saat ini, kelak di masa yang akan datang akan menemukan ujungnya.
Setelah tulisan ini terbuat, Insyaa Allah aku juga akan membuat tulisan tentang resolusi :)

7 Responses to "Rasa yang Singgah di 2018"

  1. Semoga di tahun 2019 dapat lebih baik kak :)

    ReplyDelete
  2. Masalah memang selalu ada kak, tapi itu bukan alasan untuk kita putus asa . Tetap semangat kak :)

    ReplyDelete
  3. Semoga di tahun 2019 dapat lebih baik lagi ya kak :)

    ReplyDelete
  4. Yang lalu biarlah berlalu, ambil hikmah dan pelajarannya saja kak hehe

    ReplyDelete
  5. Sama-sama belajar bersyukur kak, aku juga masih belajar hehe

    ReplyDelete
  6. Dhiiii bagiku kamu adalah malaikaaaat untuk semakin yakin melangkahkan kaki dalam dunia blogging. Jangan sebut memenganggur, karena kita bekerja dalam menorehkan sejarah. Love love :)

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel