Peran Ibu dalam Era Industri 4.0

Dulu, saya pakai facebook hanya untuk update status-status galau. Pakai instagram hanya untuk foto selfie. Kini semenjak mengikuti literasi digital, sosial media bukan lagi menjadi pelarian namun bisa menjadi ladang pencaharian.
Iwita, industri 4.0, teknologi, Perempuan melek teknologi

Era Industri 4.0 adalah tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif. Industri 4.0 menghasilkan "pabrik cerdas". Di dalam pabrik cerdas berstruktur moduler, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. Lewat internet untuk segala (IoT), sistem siber-fisik berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan. Lewat komputasi awan, layanan internal dan lintas organisasi disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak di dalam rantai nilai.- Wikipedia

Era industri 4.0 mulai ditandai dengan bersatunya beberapa teknologi, sehingga kita melihat dan merasakan suatu era baru yang terdiri atas tiga bidang ilmu yang independen, yaitu fisika, digital, dan biologi.

Dengan komposisi yang demikian, maka revolusi industri 4.0 mempunyai potensi memberdayakan individu dan masyarakat, karena revolusi industri fase ini dapat menciptakan peluang baru bagi ekonomi, sosial, maupun pengembangan diri pribadi. Tetapi Revolusi Industri 4.0 juga bisa menyebabkan pengerdilan dan marginalisasi (Peminggiran) beberapa kelompok dan ini dapat memperburuk kepentingan sosial bahkan kohesi sosial, juga dapat menciptakan risiko keamanan dan dapat pula merusak interelasi (hubungan) antarmanusia.

Betapa Era Industri 4.0 membawa berbagai dampak bagi kelangsungan hidup. Oleh karena itu, IWITA (Indonesia Women Information Technology Awareness) mengajak 15 orang Blogger untuk berdiskusi dengan mengangkat tema "Bersama IWITA membangun kesadaran Perempuan Terhadap Teknologi Digital Menyongsong Era Industri 4.0" pada 19 Desember 2018 dengan pemateri Mubarika Darmayanti.

Iwita, industri 4.0, teknologi, Perempuan melek teknologi
15 Blogger dan Ketua IWITA (Mubarika Darmayanti)

IWITA adalah organisasi Perempuan Indonesia tanggap teknologi informasi sebagai organisasi berbadan hukum yang memiliki 'Positioning' mencerdaskan perempuan Indonesia melalui teknologi informasi. Martha Simanjuntak merupakan founder dari IWITA, dan dari awal berdirinya IWITA, Martha Simanjuntak telah bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan juga Kementerian Sosial. Sesuai dengan fungsi dari IWITA yakni untuk memberikan literasi kepada perempuan.

Sedangkan Mubarika Darmayanti merupakan Ketua Umum Iwita yang diberi tugas dari awal 2018 untuk melengkapi IWITA dari sisi knowladge digital marketing. Pada kesempatan kali ini, Mubarika memberikan banyak materi seputar era industri 4.0.

Menurut APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) pengguna paling aktif bermedia sosial adalah perempuan dengan kisaran usia antara 20 s/d 35 Tahun. Dan lebih aktif dalam menggunakan facebook atau pun whatsapp.

Perempuan merupakan sosok yang sangat berperan dalam setiap peradaban. Tidak hanya perkembangan di dalam rumah namun juga sampai wilayah, termasuk dalam teknologi. Mengingat saat ini dunia digital sangatlah berkembang pesat. Apalagi dengan adanya era industri 4.0 yang membuat segalanya serba dipermudah. Namun, sejalan dengan manfaat yang diberikan oleh industri 4.0, ada juga challenge-nya yakni menjadikan diri yang semakin konsumtif.

Sebenarnya dari penggunaan media sosial seperti facebook, kita sebagai perempuan sudah bisa melihat "Opportunity" dari media sosial. Kita bisa memanfaatkan teman yang ada di facebook ataupun whatsapp untuk mengembangkan usaha kita. Dengan begitu, perempuan mempunyai cara lain untuk mendatangkan income. Tidak ada lagi istilah, hanya menunggu penghasilan dari suami.
Iwita, industri 4.0, teknologi, Perempuan melek teknologi, media sosial
[ Sumber Foto : IndonesiaBaik ]
Mengenai usaha, Mubarika juga memberikan ilmu tentang usaha. Sebaiknya membangun kerja sama dengan rekan yang juga mempunyai passion yang sama dan usianya di bawah kita, karena memiliki spirit yang lebih. Atau kalau mempunyai karyawan, lebih baik dari awal tularkan passion kita kepada karyawan. Agar karyawan bisa bekerja dengan maksimal.

Terkadang menjadi Ibu rumah tangga terkendala, karena pekerjaannya yang bejibun. Nah, menurut Mubarika ada tiga hal yang mesti kita perhatikan. Yakni, meminta izin suami, mempertahankan passion kita, membuat strategi untuk diri kita satu tahun ke depan mengenai benefit dari passion kita.

Mengingat era industri 4.0 yang semakin memudahkan segalanya. Ini juga membuka peluang bagus untuk para perempuan dalam mengembangkan passionnya. Tentunya harus didukung dengan literasi digital marketing yang mumpuni. Seperti, seorang ibu mempunyai passion di bidang memasak, nah untuk strategi digital marketingnya, sangat perlu untuk mengetahui masakan apa yang sedang trending saat ini. Sehingga ibu tersebut membuat konten memasak yang sedang banyak diminati oleh pasaran saat itu.

Kalau perempuan bisa memberikan informasi yang baik maka akan memberikan dampak positif bagi mereka. Karena potensi perempuan sangat besar dalam memberikan informasi positif untuk lingkungannya. Mengingat banyaknya aktivitas perkumpulan perempuan seperti di komunitas, arisan, kajian, dan lainnya.
 
Melihat Asia Tenggara sebagai 3 terbesar dalam kegiatan menonton youtube. Yang tak kalah pentingnya adalah soal digital parenting. Seorang ibu mempunyai peran penting dalam memantau para anak dalam berinternet. Salah satunya seperti sensor mandiri, yakni bagaimana para Ibu memantau para anak dalam menonton youtube. Untuk membantu para Ibu memantau anaknya, maka terbuatlah Youtube kids untuk sajian tontonan anak-anak.
Iwita, industri 4.0, teknologi, Perempuan melek teknologi, media sosial
[Sumber : IndonesiaBaik ]
Era Industri 4.0 banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil dari kemajuan teknologi ini. Namun, dampak negatif juga akan selalu ada berdampingan dengan dampak positif. Jadi tetap bijak dalam memanfaatkan era industri 4.0 ini yaa. Dan tetap mempelajari literasi digital terupdate.

Selamat hari Ibu 22 Desember 2018 :)




5 Responses to "Peran Ibu dalam Era Industri 4.0"

  1. Dulu, saya pakai facebook hanya untuk update status-status galau. Pakai instagram hanya untuk foto selfie. Kini semenjak mengikuti literasi digital, sosial media bukan lagi menjadi pelarian namun bisa menjadi ladang pencaharian. Iyes melek digital ya

    ReplyDelete
  2. The power of woman,,,ketika perempuan memberikan sumbangsih untuk informasi yang bermanfaat untuk orang banyak, disitulah 'power' yang sesungguhnya. Selamat hari Ibu ....,

    ReplyDelete
  3. Melek digital bagi kaum ibu memang harus sinergi tuh, demi arah perbaikan negeri tentunya..

    ReplyDelete
  4. Saya salut kepada IWITA. Ini kegiatan ketiga IWITA yang saya hadiri karena diundang hehehe....

    ReplyDelete
  5. Banyak manfaat baik yang bisa kita dapatkan jika kita bijak menggunakan medsos.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel