Signify Membawa Akses Pencahayaan untuk Mengubah Kehidupan

Signify Membawa Akses Pencahayaan untuk Mengubah Kehidupan, Siginify, Pencahayaan untuk Lombok
 Bila listrik di rumah padam, seringnya aku kesal dan mengutuk PLN. Baru saja ingin belajar, baru saja ingin mengerjakan tugas, listrik malah mati! Apa jadinya, mengerjakan semuanya dalam keadaan gelap gulita dan hanya bermodalkan secercah cahaya lilin?! Pasti hasil kerja menjadi kurang maksimal, bagi kita yang terbiasa bekerja dengan cahaya yang mumpuni.
Seperti itulah sikap kita ketika dihadapkan dengan listrik padam. Tapi, apakah kita pernah berpikir mengenai mereka yang hidup di daerah yang masih minim aliran listrik? Indonesia tidak hanya terdiri dari kota-kota dan pinggirannya yang dengan mudah mendapat aliran sumber tenaga listrik. Jauh di belahan Indonesia lainnya, masih ada saudara-saudara kita yang sulit untuk mendapatkan pencahayaan pada malam hari.

Mereka yang hidup tanpa penerangan di malam hari, memutuskan untuk berhenti dengan segala aktivitasnya jika malam tiba. Dengan bermodalkan lampu tempel, mereka berdiam diri dalam dinginnya malam. Para ibu kesulitan jika mesti memasak dalam keadaan gelap, para anak dengan mata yang perih terkena asap lampu tempel jika mesti belajar di malam hari, para penjual yang kesulitan melihat uang kembalian jika berjualan di malam hari, hingga masyarakat yang memutuskan berhenti melakukan aktivitas sosialnya pada malam hari.

Cahaya Penting untuk Meningkatkan Kehidupan Masyarakat


Memiliki akses ke sumber pencahayaan yang baik sangat penting untuk meningkatkan kehidupan masyarakat karena hal tersebut berdampak pada aspek sosial dan ekonomi. Itulah yang menjadi dasar Signify (Euronext: LIGHT) yang merupakan pemimpin dunia di bidang pencahayaan melanjutkan tanggung jawab sosialnya untuk membantu sesama dengan membawa akses pencahayaan untuk mengubah kehidupan.
Signify Membawa Akses Pencahayaan untuk Mengubah Kehidupan, signify, philips, pencahayaan, pencahayaan untuk mengubah kehidupan
[Foto : Dok. Pribadi]
Dengan membuat program Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018 yang telah menerangi kehidupan masyarakat kurang beruntung yang tinggal di daerah dengan akses listrik terbatas di empat provinsi yang tersebar di Indonesia yakni Sumatra Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku. Pada Senin, 26 November 2018 mengumumkan bahwa Signify telah menyelesaikan mengenai program Kampung Terang Hemat Energi (KTHE) 2017-2018 tersebut. 

Secara total, tercipta lebih dari 2.850 titik penerangan baru menggunakan Philips Solar Home Lighting System dan Road Lighting System untuk menerangi rumah-rumah dan berbagai fasilitas umum di KTHE.

"Kami mendorong upaya-upaya untuk menyediakan akses pencahayaan bagi kelompok masyarakat ini dengan menggunakan sistem Philips LED bertenaga surya. Kami senang melihat bagaimana mereka sekarang dapat hidup, bekerja dan bepergian dengan lebih aman, mencapai hasil pendidikan yang lebih baik, dan meningkatkan kesehatan serta aktivitas ekonomi mereka." kata Rami Hajjar, Country Leader untuk Operasi/bisnis Signify di Indonesia.
Signify Membawa Akses Pencahayaan untuk Mengubah Kehidupan
[Foto : Dok. Pribadi]
Program Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018 memberikan kepada setiap desa terpilih paket pencahayaan Philips LED tenaga surya yang inovatif, yang mencakup Solar Indoor Lighting System, untuk mendukung kegiatan di dalam rumah dan pekerjaan rumah tangga; Philips Lifelight yang 10 kali lebih terang dari lampu minyak tanah, untuk penggunaan di luar rumah /area publik; dan Solar LED Road Light System untuk menerangi jalan, jembatan atau dermaga desa.

Selama program berjalan, dari 2017 hingga 2018, Signify mendistribusikan hampir 1.200 Philips Solar Lighting Systems bagi sekitar 20 desa terpencil, dengan jumlah populasi gabungan lebih dari 15.000 orang yang memperoleh manfaat dari desa-desa yang kini lebih terang.

Tiga bulan setelah perusahaan mendistribusikan lebih dari 500 Philips Solar Lighting Systems ke lima desa dan tiga dusun di Kalimantan Tengah, dengan populasi gabungan sebanyak 8.000 orang, setiap keluarga mampu menghemat rata-rata Rp204.000 per bulan yang sebelumnya digunakan untuk membeli bahan bakar atau minyak tanah. Sekitar tiga perempat dari penduduk (76%) mengungkapkan bahwa mereka melakukan setidaknya satu aktivitas baru di malam hari berkat penggunaan pencahayaan tenaga surya di rumah. Selain itu, terdapat penurunan laporan masalah pernapasan (oleh 13% penduduk) dan iritasi mata (4% dari penduduk).
Definis bahagia yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa melihat orang lain bahagia dengan aksi yang kita lakukan. - Marudiyafu
Di Maluku, melalui Kopernik, signify bekerja sama dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Banyak desa di wilayah ini dikategorikan sebagai desa tertinggal, sehingga TNP2K membantu Signify untuk mengidentifikasikan dan memprioritaskan 10% rumah tangga paling miskin.
Signify Membawa Akses Pencahayaan untuk Mengubah Kehidupan
[Foto : Dok. Pribadi]
Dengan memanfaatkan sumber daya yang melimpah dari matahari, Signify dapat menjembatani kesenjangan dalam kemiskinan pencahayaan dengan solusi terbaik untuk meningkatkan kehidupan masyarakat, tidak hanya bagi penduduk kota, tetapi juga untuk masyarakat yang tinggal di luar jaringan listrik. Pencahayaan Philips LED tenaga surya signify memiliki konsumsi daya yang sangat rendah dan benar-benar fleksibel untuk dipasang di daerah terpencil tanpa akses listrik. 

Sedangkan Program Kampung Terang Hemat Energi dimulai tahun 2015. Sejak itu, Signify telah menciptakan lebih dari 3.000 titik penerangan baru di lebih dari 30 desa di Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku, dan menerangi kehidupan lebih dari 30.000 orang.
Kini, semenjak ada lentera saat malam tiba. Warga tidak lagi bungkam bersama dinginnya malam. Setidaknya ada satu aktivitas saat bulan memancarkan sinarnya.

Bantuan Darurat Pencahayaan untuk Para Korban Bencana Alam

Signify Membawa Akses Pencahayaan untuk Mengubah Kehidupan
[Foto : Dok. Pribadi]
Beberapa bulan terakhir, Indonesia sedang dirundung duka akan bencana alam yang melanda Sulawesi Tengah (Palu, Sigi, dan Donggala). Signify pun ingin ikut serta dalam meringankan beban saudara kita yang terkena bencana alam. Pertanggal 26 November 2018, dengan rendah hati menyampaikan bahwa signify telah menyiapkan donasi senilai Rp 5 Miliar yang terdiri dari berbagai produk pencahayaan, termasuk bohlam, lampu jalan, dan luminer serta penerangan tenaga surya, untuk masyarakat di Sulawesi Tengah yang akan diserahterimakan kepada mitra LSM, Kopernik. Selain itu, karyawan signify juga telah memprakarsai pengumpulan donasi berupa uang yang setelah ditambahkan oleh Perusahaan, berjumlah Rp 50 juta dan baru-baru ini disampaikan kepada UNICEF untuk membantu menolong anak-anak yang terkena dampak bencana tersebut.

Sebelumnya, signify juga turut ambil bagian dalam menyediakan akses pencahayaan di wilayah terdampak bencana di Lombok di mana penduduknya kini mulai bangkit dan membangun kembali. Pada Oktober, signify menyumbangkan 800 lentera tenaga surya Philips untuk korban gempa bumi Lombok yang masih tinggal di tempat-tempat pengungsian atau hunian sementara.

Signify sendiri ingin, aksi yang dilakukannya selama ini menjadi inspirasi bagi pengusaha lainnya. Jadi, tidak hanya mementingkan keuntungan, namun juga membuka hati untuk menolong sesama yang memang benar-benar membutuhkan. 

Salam Lentera!

0 Response to "Signify Membawa Akses Pencahayaan untuk Mengubah Kehidupan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel