Apakah Ada Batasan Usia Menikah? #NikahPart2

marudiyafu - Bukan soal memilih, bukan soal usia yang kian bertambah, dan juga bukan soal bosan dengan kesendirian. Kali ini saya ingin membahas mengenai "Nikah" part 2 karena keresahan saya mengenai kurangnya prikemanusiaan terhadap para singlelillah yang kerap kali saya rasakan. Oh ya, btw maafkan ya kalau kali ini saya memakai kata "gue" untuk berkomunikasi :')
Apakah Ada Batasan Usia Menikah? #NikahPart2, nikah, artikel nikah,

"Mana calonnya, tunjukin dong ke kita-kita?" Sebenarnya gue jijik dengan perkataan seperti ini. Mungkin karena gue lagi datang bulan saat itu, jadi ya sedikit sensitif gitu. Tau ga sih, selama ini gue mati-matian menjaga diri. Selama ini gue milih single ya emang gue nyaman dengan peraturan Islam. Selama ini gue sedang memperjuangkan untuk bisa ke jenjang pernikahan agar sesuai dengan konsep agama.

Gue sama kok seperti kalian yang mempunyai rasa suka kepada lawan jenis. Gue ini masih normal woy! *Agak ngegas gitu ngomongnya* Tapi ya, gue mencoba mengarahkan rasa itu agar tidak melenceng dari apa yang sudah menjadi peraturan Islam. Setiap orang punya pilihan untuk kehidupannya. Jadi izinkan orang lain untuk bebas memilih langkahnya tanpa diiming-imingi oleh cibiran lo.
Menurut gue, menikah adalah soal kesiapan diri dalam berbagai aspek. Mulai dari siap secara ilmu, siap secara mental, siap secara fisik, dan siap dalam hal berumah tangga.
"Jangan terlalu jual mahal juga mar, ga baik lho." Boleh istighfar dulu gak? Astaghfirullah.. Kalau memang gue terlalu jual mahal, baiklah yang namanya ga jual mahal itu yang gimana sih? Kalau diajak nonton sama yang bukan muhrim manut aja? Kalau diajak makan bareng berduaan sama yang bukan muhrim iya aja? Kalau diajak ngemall sama yang bukan muhrim iyain aja?

Kalau soal yang namanya jual mahal dalam hal "Mahar yang terlalu tinggi", gue setuju sama yang satu ini kalau kita sebagai muslimah jangan jual mahal. Tapi tunggu dulu deh. Ini mau nikah atau soal jual beli sih? Hmm.

Yang paling gue hindari adalah ketika ada cowo yang ingin dekat dengan gue, tapi ga tau cara yang sedang gue jalani. Doi mau dekat dengan gue dengan cara ngobrol sama gue hanya berdua which is gue makan siang atau makan malam sama doi secara bertatap mata. Yaa Allah, jauhkan Mardhiyah dari yang seperti ini. Setelah itu, gue cuma bisa bilang ke doi buat bertanya dulu sama guru ngajinya, apakah itu merupakan hal yang lumrah?

Gue tuh ga bisa diginiin tau gak sih? Diginiin dalam versi : Whatsapp ngalor ngidul ga ada tujuan sama yang bukan muhrim, jalan berdua sama yang bukan muhrim, apalagi ngobrol tatap mata hanya berdua sama yang bukan muhrim.

"Sok suci lo mar!" Serah dah ya kalian mau anggap gue gimana. Setiap orang punya pilihan hidupnya masing-masing, selama gue ga mencibir kalian yang pacaran, tolong jangan cibir gue juga dengan kata-kata pedas kalian.

"Halaaah.. lo iri kan sama kita yang pacaran?" Hmm.. iri? Ga, gue gak iri sama kalian yang pacaran tapi gue iri sama yang sudah halal. Dan tau ga, yang bikin gue seneng apa? Melihat mereka yang akan menikah. Gue senang, soalnya jadi bisa kondangan dan siapa tahu ketularan. #Eeeeeh.

"Umur sudah 25 tahun lho mar, tapi belum mau nikah juga?" Lalu gue mesti berucap seperti ini : "Yaa Allah.. Umurku sudah 25 Tahun, masa aku belum juga menikah?". Gue paham betul, Allah memberi takdir sesuai dengan kemampuan kita, sesuai dengan apa yang telah kita usahakan. Mungkin dengan berpikir bahwa gue harus terus belajar dan melatih mental, akan menyemangati gue dalam menjemput jodoh terbaik. Jadi ya, gausah terus-terusan menanyakan kenapa umur segini belum menikah. Karena yang tahu jawaban sesungguhnya ya cuma Allah.

Gue selalu berpikiran bahwa semua hasil akhir menjadi urusan Allah SWT, dan gue hanya bisa berusaha dan berdoa. Maka sudah sepatutnya libatkan Allah SWT dalam setiap urusan, tentunya termasuk urusan jodoh dan pekerjaan. Berserah diri itu penting tapi untuk hasil akhir yess, jangan berserah diri pas sedang berusaha dan berdoa.

Yess, kita mesti berusaha untuk berdoa sedetail mungkin karena apa yang kita do'akan kelak akan dijawab oleh Allah SWT. Jika tidak di dunia ini, maka di akhirat kelak :)

Baik, ini hanyalah tulisan dari keresahan gue selama ini mengenai sebagian kecil anak muda masa kini. Dan insyaa Allah sebagian besar pemuda masa kini sudah paham benar konsep menikah dalam islam :)

Baca juga artikel pertama gue tentang nikah di https://www.marudiyafu.com/2017/05/nikah.html

Sejujurnya ilmu gue masih cetek, yuk ikutan sharing di kolom komentar :)


4 Responses to "Apakah Ada Batasan Usia Menikah? #NikahPart2"

  1. That's true oh my goodness. I feel you. YaAllah semoga Mardhiyah dipertemukan dengan jodoh terbaik di waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat mula MenurutMu

    ReplyDelete
  2. Bagi aku menikah tak sesederhana mencintai karena kita harus melewati beberapa proses ke arah sana diyah, pasti you knowlah apa yang dimaksud. Intinya saling menjaga dan percaya tentunya diiringi oleh doa agar segalanya dilancarkan juga dimudahkan. Aaamiin YRA �� Tetap Semangat diyah selalu percaya jodoh, umur dan rezeki sudah diatur oleh sang maha kuasa��

    ReplyDelete
  3. Jodoh tak mengenal USIA,begitu pula dengan kematian. Kita juga ga pernah tau manakah yg akan menjemput kita duluan. Selagi masih diberikan waktu untuk mempersiapkan diri Dan mengumpulkan bekal2 yg akan kita bawa untuk keduanya (perjalanan akhirat Dan perjalanan mengarungi bahtera rumah tangga ) kelak. Yang pasti segalanya sudah Allah atur sedemikian rupa dengan skenario,cara,Dan kehendak Nya .Kita harus senantiasa,beribadah Kepada Allah SWT. Ikhtiar dan terus berdo'a agar keduanya mendapatkan yg terbaik, kematian yg khusnul khotimah Dan juga jodoh yg baik. Aamiin

    ReplyDelete
  4. Gue paham perasaan yang dimaksud. Udah gabisa komen2 apa2 lagi selain gue terharu bacanya... Inget diri gue sendiri yg sampai umur 26 ini masih single. Heuheu :")

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel