Review Novel Di Antara Dua Sujud

Setiap pertemuan di dalam hidup ini pasti memberikan nasehat dan juga pembelajaran, soal cinta atau mungkin soal luka. - Mardhiyah
Review Novel Di Antara Dua Sujud, Review Novel Islami, Novel Islami, D2S, Di Antara Dua Sujud, Novel

Kali ini saya akan membahas yang lebih tepatnya mereview sebuah novel karya Muhammad Irfandi Ontalu dengan nama pena Muhammad Irata. Novel dengan judul "Di Antara Dua Sujud" yang bersampulkan gambar bunga sakura pink serta ada penampakan gedung dan menara, menurut saya sebagai perempuan yang kagum akan Jepang, cukup menarik perhatian untuk membacanya apalagi khususnya bagi pengagum negeri sakura Jepang.

Dengan sinopsis : "Tak ada yang diciptakan di atas dunia ini yang sia-sia. Dedaunan kering, sampah di pinggir jalan, bau selokan yang membuat muntah pun tak lepas dari pandangan Tuhan. Bahkan seorang pelacur pun, yang dianggap hina oleh manusia juga bisa tercatat memasuki pintu surga hanya karena memberi kebaikan pada seekor anjing yang kehausan. Tak ada yang sia-sia kalau kita menyadari siapa diri kita.

Berbekal rasa tulus ikhlas, dengan teratur Aslam selalu mengirimkan uang untuk seorang perempuan yang menjual dirinya demi kebaikan keluarganya. Tak sekalipun ia pernah menampakkan diri di hadapan perempuan bernama Savana. Meski ada secercah kekaguman yang tumbuh dalam dirinya, Aslam berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan perempuan yang cantik karena dibalut iman dan takwa.

Berbekal semangat dan tekad untuk mencari ridho-Nya, Furqon melangkahkan kaki ke Manado. Misi awalnya cuma satu, menyelesaikan penelitiannya tentang reklamasi tanah di sana. Siapa sangka, ia akan bertemu dengan seorang ilmuwan asal Jepang, Hichiro Nakayama, yang selalu mengumbar kalimat : "Seharusnya Tuhan tak perlu mengirimkan gempa karena itu percuma dan tak mampu menghancurkan hasil karyaku." Ia juga mulai menaruh perhatian pada keponakan Nakayama, Nayumi, yang mau belajar cara bersujud. Namun, hatinya kemudian hancur ketika tahu bahwa Nayumi adalah seorang 'bintang panas'. 

Lantas, cinta seperti apa yang dituliskan Allah dan ditakdirkan untuk mendampingi kedua pemuda saleh itu?"
Membaca novel ini membuka pemikiran saya tentang bagaimana sebaiknya kita sebagai seorang muslim bersikap dengan yang belum mengerti islam. Tidak hanya itu, novel ini juga memandang 'cinta' dan 'iman' dalam segi yang islami terlihat dari cara penulis menyampaikan pesan lewat peran tokoh Furqon dan Aslam

Fix! Setelah sekian lama tidak membaca novel, saya jatuh cinta kembali dengan novel, melalui "Di Antara Dua Sujud" yang dipinjamkan oleh rekan saya yakni Mba Aida. 

Sebagai seorang singlelillah, saya merasa terhibur dengan membaca novel ini. Mengapa? Karena, kata demi katanya mampu membuka hati saya, bahwa mencintai itu hal yang wajar. Namun, yang terpenting adalah bagaimana cara kita dalam mengontrol diri atas cinta yang sedang bersemayam di hati. 

Kalau kita terlena sedikit saja, maka cinta itu bisa membutakan mata dan hati kita. Sehingga kita bisa terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan. 

Tidak hanya itu, novel ini juga memberikan gambaran bahwa tak selamanya seorang yang hina di mata manusia berakhir dengan kehinaan. Pada akhirnya, kita semua mempunyai kesempatan untuk kembali ke jalan yang benar.
 
Terimakasih saya ucapkan kepada penulis novel ini. Karena sudah membuat karya sebaik "Di Antara Dua Sujud" yang penuh dengan pengetahuan seputar daerah Manado, Gorontalo, serta Jepang. Dan juga menyelipkan beberapa bahasa Jepang di dalamnya, sehingga menjadi ilmu buat kami yang masih minim kosa kata bahasa Jepang. 

Di Antara Dua Sujud juga soal bagaimana kita diperlihatkan saat kekuasaan Allah SWT menyelesaikan masalah demi masalah yang dihadapi oleh Furqon. Dan soal kisah cintanya di akhir novel ini terkesan sangat menyayat hati pembaca. 

Review Novel Di Antara Dua Sujud, Review Novel Islami, Novel Islami, D2S, Di Antara Dua Sujud, Novel

Saya pun terhanyut oleh surat yang ditulis oleh Nayumi untuk Furqon :

Furqon..

Di sini, air mataku jatuh berurai. Aku telah kembali tanpa cinta. Aku butuh kasih sayang, aku butuh penjagaan, aku butuh perlindungan. Sama seperti keinginan perempuan lainnya. Kini, di kotaku sendiri aku merasa sendiri.

Aku tidak tahu, apakah masih ada cinta untuk orang sepertiku. Aku sama sekali tidak menginginkan lahir sebagai bintang porno. Bahkan aku sama sekali tidak menginginkan lahir ke dunia ini. Tapi, takdir yang menginginkan itu. Takdir yang menjadikan hidupku seperti ini.

Aku telah menemukan arti cinta yang sesungguhnya. Kamu banyak mengajariku tentang semuanya. Tentang arti Tuhan, tentang kehidupan, tentang segalanya yang telah membuka mata hatiku.

Setelah kamu membaca surat ini, mungkin kita tidak akan pernah bertemu. Namun, saat-saat bersamamu adalah bagian terindah dalam hidupku. Bila surga itu ada, aku berharap Tuhan mengajakku tinggal bersamamu di dalam sana. Tapi entahlah, sampai surat ini kutulis, aku masih sulit memercayainya. Bagiku, dunia ini adalah surgaku dan kamu adalah kebahagiaanku.

Saat surat ini telah sampai padamu, berarti kamu telah bertemu adikku. Gadis di depanmu kini adalah Miyari, ia adalah belahan jiwaku. Aku tidak lagi memiliki siapa pun kecuali dirinya. Jika aku tiada, aku ingin kamu menjaganya. Jika keyakinanmu benar, ajaklah ia bersamamu dalam islam. Ia tidak lagi memiliki siapa-siapa selain diriku. Aku tidak yakin akan bebas dari rencana orang-orang jahat ini. Aku minta padamu, bawalah Miyari bersamamu. Di akhir tulisanku ini, aku ingin katakan, bahwa aku sangat mengagumimu. Aku mencintaimu.

Salam,

Nayumi Sakura
Dan ternyata, penggalan surat dari Nayumi untuk Furqon di atas, merupakan alasan dari terbuatnya lanjutan dari novel Di Antara Dua Sujud yang akan diberi nama Bumi Surga. Kabarnya Novel Bumi Surga akan launching pada Mei nanti. Serius, ga sabar menanti!

Overral, novel Di Antara Dua Sujud recommended untuk pemuda dan pemudi. Karena pesan moral yang disampaikan oleh penulis sangat ngena sih kalau menurut saya pribadi. Apalagi melihat scene saat Furqon serius dalam mengerjakan tugasnya dalam penelitian tentang reklamasi tanah di Manado. Lalu disertai dengan kisah perjalanan hati yang disertai dengan iman dan takwa.

Review Novel Di Antara Dua Sujud, Review Novel Islami, Novel Islami, D2S, Di Antara Dua Sujud, Novel

Sebagai seorang singlelillah, saya bisa merasakan apa yang dirasa oleh Furqon. Bagaimana rasanya saat yang dirasakan oleh hati belum tersampaikan hingga orang yang dikasihi sudah tidak mungkin lagi untuk dicapai.  

Terakhir, saya ingin menuliskan beberapa kalimat untuk isi dari novel ini :

Cinta adalah anugerah dari yang Maha Kuasa. Sebagai manusia, kita terpaku akan kata bahwa cinta harus memiliki. Nyatanya, di dunia ini tak ada yang bisa kita miliki seutuhnya. Bahkan, hati ini pun bukan milik kita seutuhnya. Allah yang punya seluruh dunia dan isinya, termasuk hati ini! Maka, jika cinta bersemayam di hati, arahkan dan iringilah dengan bersujud di hadapanNya. - Mardhiyah
Informasi mengenai Novel Di Antara Dua Sujud :

Judul : Di Antara Dua Sujud
Penulis : Muhammad Irata
Tahun : 2015
Penerbit : Mutiara Media
Halaman : 412 Halaman




0 Response to "Review Novel Di Antara Dua Sujud"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel