Berkenalan dengan yang Halal di The Atjeh Connection

Berkenalan dengan yang halal di the atjeh connection
[Duuuh, foto di sini jadi ingat dia yang orang aceh. Hmm]
'Halal' kata itu menjadi sensitif di negeri Indonesia, bagaimana tidak? Mayoritas masyarakatnya beragama islam. Apalagi kalau membahas masalah pasangan yang sudah halal, sudah pasti para jomblo ada yang ketar-ketir dengan hal yang satu ini. Tapi ga semua jomblo mendadak gemetaran ya saat mendengar kata pasangan halal. Ada juga kok jomblo yang ga sebaper itu. *Pembelaan Diri*

Kali ini yang mau Mardhiyah bahas adalah mengenai 'Halal' yang menyangkut makanan dan minuman. Lebih kepada yang sering kita konsumsi sehari-hari.

Menurut wikipedia, Halal diambil dari bahasa arab yang berarti diperbolehkan, lebih lengkapnya adalah segala objek atau kegiatan yang diizinkan untuk digunakan atau dilaksanakan, dalam agama islam. Istilah ini dalam kosakata sehari-hari lebih sering digunakan untuk menunjukkan makanan dan minuman yang diizinkan untuk dikonsumsi menurut islam, menurut jenis makanan dan cara memperolehnya. Pasangan halal adalah thayyib yang berarti 'baik'. Suatu makanan dan minuman tidak hanya halal, tetapi harus thayyib; apakah layak dikonsumsi atau tidak, atau bermanfaatkah bagi kesehatan.

Di Indonesia sendiri sertifikasi kehalalan produk-produk pangan dan minuman ditangani oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, Makanan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

Saya pernah mendengar bahwa "Segala sesuatu yang sedang kita doakan akan sangat berpengaruh terhadap apa yang kita konsumsi dan pakai, apakah halal atau tidak" Dari situ saya mulai berhati-hati dengan asupan yang masuk ke dalam tubuh ini.

Apalagi begitu tahu bahwa asupan yang masuk ke dalam tubuh juga mempengaruhi akhlaq kita. Jadi wajar saja kalau selama ini ayah saya selalu mewanti-wanti anaknya dalam mengkonsumsi makanan, bahkan tidak hanya kehalalannya namun juga mencakup halalan thayyiban. Salah satu contohnya seperti kalau makan kalau bisa jangan yang mengandung micin. Bahkan masak di rumah pun tidak memakai micin.

Tentu, peraturan yang ada di islam sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup. Seluruhnya baik, entah itu mengenai larangan maupun perintah. Sebagai seorang muslim kita perlu banget mengetahui lebih dalam mengenai Halal ini. Agar kita tahu yang terbaik bagi tubuh. Ini juga yang membuat saya menjadi terpacu untuk mengikuti acara yang diadakan oleh Blogger Halal Indonesia dari Komunitas TDB yang bekerja sama dengan LPPOM MUI dan juga The Atjeh Connection sebagai lokasi acara yang merupakan restoran salah satunya berada di Sarinah.
Berkenalan dengan yang halal di the atjeh connection
[Blogger Halal, LPPOM MUI, The Atjeh Connection]
Acara ini bertajuk Prosedur Sertifikasi Halal MUI Dan Tantangan Industri Halal di Era Digitalisasi 4.0. Pada Jum'at 1 Maret 2019 yang dimulai pukul 16:00 s/d 18:00. Menghadirkan pembicara Dr. Ir. Lukmanul Hakim, MSI selaku Direktur LPPOM MUI juga tentunya perkenalan dari Ibu Anita Amir selaku owner The Atjeh Connection.
Berkenalan dengan yang halal di the atjeh connection
LPPOM MUI, Inisiator Blogger Halal TDB, The Atjeh Connection [Foto : Blogger Halal Indonesia]

Sebagai muslim tentu kita harus hati-hati dalam memilih asupan yang kita konsumsi. Pada acara ini juga LPPOM MUI menjelaskan bahwa restoran mesti menggunakan bahan-bahan yang sudah jelas kehalalannya. Ketika restoran mempunyai bahan makanan yang haram, maka otomatis fasilitas ( Kuali, wajan, piring, dll) akan tercemar oleh yang haram.

Karena ketika ada piring yang bekas bahan haram, walaupun dicuci beratus kali dengan air, maka tetap haram. Namun ketika dibersihkan dengan tanah sesuai dengan tata cara bersuci maka baru bisa halal. Jadi, lebih baik memilih yang sudah jelas ada logo halalnya atau jika belum ada logo halalnya bisa bertanya langsung namun harus jeli. 

Tapi, bukan berarti ketika kita temukan restoran yang belum memasang logo halal dan masih belum jelas kehalalannya kita langsung menjudge restoran tersebut. Apalagi sampai mencemarkan nama baiknya. Karena di negara ini sudah ada lembaga yang menangani itu semua dan biarkan LPPOM MUI yang menanganinya.

Mengenai 'Halal' betapa kagumnya saya begitu mendengar bahwa di daerah barat sana menjadikan 'Halal' sebagai patokan dalam pembuatan makanan dan minuman. Hingga ada istilah "Halal is more than just quality". 

The Atjeh Conncetion walaupun sudah terbukti kehalalannya, Ibu Anita Amir selaku owner juga ingin mengajukan sertifikasi halal untuk kenyamanan para konsumen. Dan tentunya di Negeri Indonesia, logo halal menjadi daya tarik bagi konsumen yang akan berkunjung ke restorannya.

BTW, saya beserta Blogger Halal lainnya mendapat kesempatan untuk mencicipi hidangan yang telah disediakan oleh The Atjeh Connection Sarinah. Dan saya memilih untuk mencicipi sepiring mie acehnya yang begitu pekat dengan rempah-rempah dan dengan porsi yang pas namun agak lebih kalau untuk saya. Serta saya juga mendapat kesempatan untuk ngopi cantik setelah seminggu ke belakang puasa ngopi, yaitu kopi sanger yang telah disajikan oleh The Atjeh Connection. Rasa kopinya recommended gaes.
Berkenalan dengan yang halal di the atjeh connection
Mie Acehnya The Atjeh Connection [Foto : Dok. Pribadi]

Berkenalan dengan yang halal di the atjeh connection
Kopi Sangernya The Atjeh Conncetion [Foto : Yettie Herawati]

Mengenai tantangan industri halal di era digitalisasi 4.0, kita bisa perhatikan bahwa industri 4.0 bisa sangat membantu dalam kehidupan. Tentunya dengan memanfaatkan teknologi terkini.

Seperti yang diucap oleh Ibu Lia Amalia selaku Kepala Bidang Sosialisasi dan promosi Halal LPPOM MUI, bahwa kini pengusaha tidak perlu repot-repot untuk datang ke kantor LPPOM MUI yang ada di Bogor, cukup dengan mengakses website resmi di www.halalmui.org dan daftar melalui menu cerol (Sertifikasi Halal Online). Para pengusaha baik kecil maupun besar bisa mengakses secara langsung dalam mengajukan sertifikasi halal secara online.

Melalui acara ini juga Dr. Ir. Lukmanul Hakim, MSI selaku Direktur LPPOM MUI menyampaikan bahwa Blogger Halal Indonesia akan menjadi duta halal LPPOM MUI yang hanya memviralkan isu-isu yang benar dan meluruskan isu-isu yang tidak benar.

Salam Blogging!

3 Responses to "Berkenalan dengan yang Halal di The Atjeh Connection"

  1. Halal is my life,,,, Semangat menunggu yang Halal yah Dede Unyu 😍

    ReplyDelete
  2. Kalau sudah ada label halal dari MUI, rasanya tenang pakai produknya, entah itu dipakai atau disantap..

    ReplyDelete
  3. Habis berkenalan dengan yang halal, Insya Allah segera dipertemukan jodoh yang halal ya diyah��

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel