Jomblo Part II

rodhiyatummardhiyah.blogspot.com

Sebelumnya saya sudah menuliskan artikel mengenai “Jomblo”, mungkin bagi yang belum membaca, bisa baca di sini. Kali ini saya akan membahas mengenai jomblo kembali. Karena sampai saat ini pun saya masih bertahan dengan status jomblo, pastinya tujuan saya menulis kali ini yaitu untuk mengeluarkan apa yang ada di dalam pikiran saya sebagai seorang jomblo.

Entah status saya sebagai seorang jomblo ini, termasuk ke dalam kategori “Mencari Aman” atau memang belum dipertemukan dengan jodoh. Jujur, pilihan saya untuk menjomblo memang berdasarkan prinsip saya yang tidak ingin untuk berpacaran sebelum menikah. Ya, walaupun sebenarnya dulu saya pernah mempunyai mantan.

Tentunya saat saya berpegang pada prinsip tidak ingin berpacaran, saya juga meniatkan diri untuk menjaga hati ini agar tidak terlalu dalam saat kagum atau menyukai lawan jenis. Tidak hanya status yang dijaga namun hatipun demikian. Sulit?! Tentu, saat awal-awal saya berhijrah merasa kesulitan untuk merombak hati ini. Namun adalah benar bahwa Tuhan akan mempermudah jalan hambaNya, jika hambaNya memang memiliki keinginan untuk berhijrah. Saya ingin agar hati ini selalu terpaut hanya kepada Tuhan yang memiliki hati ini, tidak ada harapan selain kepada Tuhan. Karena sejatinya, berharap kepada selain Tuhan maka hati akan kecewa dan terluka. Dan itu benar!

Hari demi harinya saya selalu mencoba untuk lebih dekat lagi dengan Tuhan. Kadang, perilaku manusiawi memang sering hadir, seperti halnya teringat kenangan yang lalu, rasa kecewa, dan macam-macam perasaan lainnya. Tapi saya berusaha untuk menepis perasaan itu dengan mencari-cari motivasi yang berasal dari luar diri saya, seperti halnya dari akun-akun instagram yang memotivasi ataupun dari artikel yang mampir di timeline facebook saya. Tapi tetap saja kekuatan yang sesungguhnya berada di dalam diri sendiri, motivasi yang berasal dari luar hanyalah sebagai pendukung.

Mungkin kata "Mencari Aman" juga yang mendominasi saya untuk menjomblo. Tidak ingin salah melangkah untuk yang ke sekian kalinya, tidak ingin jatuh hati kepada orang yang salah, tidak ingin menghabiskan waktu hanya karena urusan yang semestinya tidak ada. Well, saya berpendapat jika memang waktunya belum tiba, untuk apa menghabiskan waktu dengan mencintai orang yang salah?! Lebih baik saya melakukan hal yang memang menjadi tujuan hidup saya, mengembangkan minat saya, dan yang terutama lebih fokus kepada orang-orang yang menyayangi saya. 

Saya sama seperti kalian yang menjomblo. Tidak jarang ada yang melontarkan pertanyaan kepada saya perihal someone, dan saya cuma bisa nyengir dan membalas dengan kata "Do'akan saja". Saya merasa belum siap dengan perihal menjalin hubungan sakral dengan seseorang, dan perlu beberapa tahun lagi untuk mempersiapkan kematangan itu. Saya merasa masih mempunyai hutang atas cita-cita saya, tidak mungkin saya bisa melupakan cita-cita saya begitu saja. Tapi balik lagi, saya hanya hambaNya yang hanya dapat berencana dan menjadi pemain dalam kehidupan ini. Tuhan Yang Maha Kuasa yang mempunyai kuasa atas kehidupan ini, dan saya hanya berusaha menjalankan semua ini sesuai skenarioNya. 

Jika nanti seseorang itu telah tiba sebelum waktu menurut saya yang tepat, mungkin Tuhan mempunyai rencana yang lebih indah atas jalan itu. Atau mungkin seseorang itu datang dengan waktu yang lebih lama dari yang saya inginkan, mungkin itulah cara Tuhan menyadarkan saya bahwa ada sesuatu yang harus saya perbaiki. Well, kehidupan ini punya Tuhan Yang Maha Esa, kita sebagai hambaNya hanya pemain dalam kehidupan ini. 

Jadi bagaimana, masih betah jomblo?! :D 

Salam Ukhuwah : Rodhiyatum Mardhiyah

0 Response to "Jomblo Part II"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel