Bertindak Adil

Maunya sih begini dan begitu, tapi apakah kita pernah mencoba untuk lebih bertindak adil pada diri sendiri?!
Bertindak Adil
rodhiyatummardhiyah.blogspot.com

Seperti itulah dominannya sikap kita, egoisnya sering muncul tanpa berpikir sebelumnya. Dimulai dengan seringnya kita merasa paling benar dalam menilai orang lain, kita dengan seenaknya menilai kehidupan orang lain tanpa mengetahui apa yang ada dibalik orang itu. Seringnya, kita beranggapan "kok dia begitu sih?!" Padahal kita juga tidak tahu apa yang ada pada dirinya, perjuangan apa yang sedang dilakukannya, luka apa yang sedang menghinggapinya, beban apa yang sedang dipikulnya. Dan itu semua hanya dirinya serta Tuhan yang mengetahui.

Memang sejatinya, kehidupan kita pasti akan ada saja orang yang menilainya walaupun sejatinya hanya penilaian Tuhan yang benar. Dan kita tidak bisa menolak penilaian orang lain terhadap diri kita. Idealnya kita ingin dinilai oleh orang lain sesuai keadaan kita, apa yang kita rasakan, bagaimana kita, dan penilaian lainnya. Tapi, apakah kita sering memberi penilaian yang baik untuk orang lain?! Coba kita pikir kembali, apakah itu tindakan yang adil? Inginnya dinilai sesuai tetapi ke orang lain malah tidak bisa memahami

Lalu masalah kekurangan ataupun kejelekan. Sebelumnya saya sudah beropini di status facebook ataupun caption instagram saya mengenai hal yang satu ini. Setiap dari kita pasti mempunyai kejelekan pun kekurangan, jika kita tidak bisa memaklumi kekurangan ataupun kejelekan yang ada pada diri orang lain, bagaimana bisa kita menjadi pribadi yang lebih mengerti?! Bertindak adil itu penting. Dalam hal ini, yaitu jika kita bisa menerima kekurangan yang ada pada diri kenapa kita tidak bisa memaklumi kekurangan yang ada pada orang lain?! Mencoba lebih memahami yang lainnya, tidak melulu kita yang dipahami namun bertindak adil dengan yang lainnya. 

Lalu masalah kepemerintahan. Sering kali kita inginnya mempunyai fasilitas yang memadai, lapangan pekerjaan yang sesuai dengan angka pengangguran, dan macam-macam keinginan lainnya sebagai seorang rakyat kepada pemerintah. Jika ada yang kurang ataupun cacat menurut kita sebagai rakyat, kita lantas menyalahkan pemerintah tanpa ikut membantu memperbaikinya minimal dengan memberikan masukan. Apakah itu adil?! Mari, kita bertindak adil juga dalam hal ini. Jika kita rasa ada yang kurang, jangan bisanya hanya menggerutu, mengeluh, menyalahkan. Kaji kembali apa yang bisa kita lakukan untuk minimal membantu perbuatan kecil. Tapi jika kita sama-sama melakukan perbuatan kecil itu, bisa berdampak besar tentunya. Contohnya, kita mengeluhkan masalah banjir setiap tahunnya, apakah kita sudah membuang sampah pada tempatnya?.

Lalu masalah angka pengangguran yang meningkat setiap tahunnya yang tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan. Seringnya kita sebagai seorang yang menganggur menyalahkan pemerintah ataupun perusahaan atas kebijakan yang telah dibuat, entah itu persyaratan melamar kerja yang semakin sulit, entah itu adanya pengurangan karyawan, dan lain sebagainya. Lalu, apakah lantas kita hanya berdiam diri dengan keadaan yang ada? Mencari lowongan kerja dengan melamar kesana kemaripun rasanya tidak cukup. Kita perlu meningkatkan kemampuan kita, kita perlu melatih kreatifitas kita untuk menghadapi kondisi seperti ini. Atau mungkin kita perlu belajar untuk berwirausaha. Pemerintah sudah berusaha memperbaiki kondisi yang ada, tapi kita hanya bisa menyalahkan tanpa ikut membantu minimal perihal kecil. Apakah itu adil?!

Lalu masalah menyudutkan anak-anak zaman sekarang atau bahasa gaul yang lagi viral sekarang yaitu "Kids Jaman Now". Kita sebagai orang yang sudah melalui masa anak-anak lebih dahulu, seringnya menilai "kok anak jaman sekarang begini sih?", "Lah seruan permainan kita waktu masih kecil dulu, anak jaman sekarang mah mainannya ga ada yang kaya dulu.", dan lain-lain anggapan lainnya. Jelas, perubahan zaman pasti berlaku setiap masanya. Sekarang zaman sudah sangat canggih, wajar saja jika anak zaman sekarang sudah mengerti smartphone ataupun komputer. Asalkan kita sebagai orang tua mengarahkan ke arah yang positif saat anak sedang berselancar dengan gawainya. Itu semua tergantung didikan dan tontonan yang disuguhkan. Jangan melulu anak yang disalahkan. Saat Smartphone yang kita belikan rusak, lantas kita menyalahkan sang anak. Tapi, apakah saat anak kita rusak, kita menyalahkan smartphone?! Seringnya kita malah tambah menyalahkan sang anak, bukan smartphone atau cara mendidik kita yang kita koreksi.

Mari kita belajar bersama-sama untuk dapat bertindak adil, walaupun yang dapat berlaku adil seadil-adilnya hanyalah Tuhan.  

Salam Ukhuwah dari saya Rodhiyatum Mardhiyah

0 Response to "Bertindak Adil"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel