Weekend Faedah dengan Writing Healing Therapy


Writing Healing Therapy

Menulis adalah bagian dari mengenal diri. Lebih dari itu, dengan menulis kita juga bisa merefleksikan diri. Siapa pun bisa menulis, maka apa pun itu yang sedang dirasa maka tulislah!
 
Saya memang selalu tertarik dengan buku. Lebih tepatnya saya sangat senang membaca tulisan fiksi. Yang saya rasakan saat membaca seperti halnya novel, otak seperti diajak untuk berimajinasi membaca perasaan, situasi, kondisi, dan lainnya. Secara tidak langsung kita diajak untuk berpikir secara sistematis dari kalimat-kalimat yang ada dalam novel. Bahkan tak jarang saya bisa merasakan bagaimana saat menjadi para tokoh yang ada dalam sebuah cerita. Bagaimana rasanya menjadi si A sebagai tokoh utama, bagaimana rasanya menjadi si B yang menjadi tokoh pembantu, dan seterusnya. 
 
Sering gak sih readers mendengar para pembaca setia sebuah novel dan ketika novel itu di angkat menjadi sebuah film, mereka bergumam "Filmnya gak seseru novelnya" atau mungkin "Kok ceritanya beda ya sama di novel". Kalau menurut saya, itu semua karena setiap pembaca memiliki ekspektasi yang berbeda pada tulisan yang dibacanya. Tergantung dari imajinasi dari setiap kepala.
 

Launching Novel 'Renjana untuk Arini' pada Acara Writing Healing Therapy di Kedai Kopi Medina 

Writing Healing Therapy
Renjana untuk Arini [Foto : marudiyafu.com]
Berbicara soal buku memang selalu menjadi pembahasan yang menarik. Karena lewat membaca kita menjadi mengetahui dunia. Benar kan, bahwa buku adalah jendela dunia?!
 
Kebetulan pada Sabtu 8 Februari 2020 kemarin, Muslimah Media Mandiri meluncurkan sebuah novel terbaru. Yakni 'Renjana untuk Arini' yang merupakan hasil karya dari Nin Soe dibimbing oleh Risma El Jundi yang merupakan seorang penulis sekaligus coach smart writer dan coach kelas menulis fiksi online. Nin Soe merupakan peserta kelas fiksi batch 1 yang dibimbing oleh Risma El Jundi. 
 
Writing Healing Therapy
Sharing tentang Renjana untuk Arini [Foto : Fauziah Thalib]
Launching buku 'Renjana untuk Arini' berlangsung di Kedai Kopi Medina yang berlokasi di bilangan Ciganjur Jakarta Selatan. Acara yang digelar oleh Maslamah Media Mandiri dari pukul 15:00 sampai 17:30 ini bertemakan 'Writing Healing Therapy' dengan tagline Atasi dan hadapi masalahmu dengan tenang bersama teknik Self Healing Writing Therapy
 
Alhamdulillah saat hati bergejolak tak karuan, saya mendapat kesempatan untuk hadir di acara writing healing therapy ini. Salah satu nikmat berkomunitas dan bersilaturahmi adalah rezeki demi rezeki yang datang di saat kita membutuhkan. Salah satunya adalah bisa datang ke acara ini bersama 4 Blogger lainnya dari Tau Dari Blogger (TDB) atas undangan dari Kak Aida Maslamah dan Maslamah Media Mandiri.  

Writing Healing Therapy
[Foto : Saepullah]
Acara Writing Healing Therapy berjalan dengan tenang dan penuh makna. Suasana Kedai Kopi Medina yang hangat dan menarik membuat para peserta semakin menikmati acara ini. Dimulai dari launching dan sharing bersama Nin Soe sang Penulis dan Risma El Jundi sang pembimbing.
 
'Renjana untuk Arini' adalah karya pertama dari Nin Soe, yang lahir dari sebuah afirmasi di kelas fiksi online bersama Maslamah Media Mandiri dan Risma El Jundi. Proses penulisan novel ini selama kurang lebih dua bulan.
 
Novel ini menyajikan sebuah kisah tentang kesempatan kedua bagi siapa pun yang masih percaya akan kata 'Cinta' sekalipun ia terpendam jauh nyaris mustahil teraih kembali. Pada kisah ini, sebuah loyalitas dipertaruhkan. Dan pada indahnya sebuah pengabdian pada negara terselip secercah harap akan berseminya sebuah cinta lama. - Renjana untuk Arini halaman 5.
Karena cinta tak pernah salah, karena ia datang tanpa diminta dan murni anugerah Tuhan pada hamba-Nya.

Self Healing Writing Therapy, Cara Tepat Merefleksikan Diri 

 
Setelah launching 'Renjana untuk Arini', sesuai dengan tema acara yakni Writing Healing Therapy para peserta yang hadir diajak untuk merefleksikan diri dengan Self healing writing therapy. Para peserta dipersilahkan untuk memejamkan mata diiringi dengan musik bernada tenang lalu diberikan arahan oleh Risma untuk merefleksi diri. 

Risma El Jundi mengajak peserta di alam bawah sadarnya ke sebuah pantai dan dilanjutkan dengan merefleksi diri selama berada di pantai. Dengan arahan demi arahan yang diberikan oleh Risma, tanpa sadar para peserta meneteskan air mata dan membuat hatinya menjadi lega. 

Saat selesai dan para peserta dipersilahkan untuk membuka sepasang matanya, Risma menganjurkan para peserta untuk menulis apa yang dirasa setelah refleksi tersebut untuk menyempurnakan self healing writing therapy. Karena setelah menuliskan apa yang dirasa, maka hati akan menjadi sangat bebas dan plong.

Writing Healing Therapy
Setelah Writing Healing Therapy [Foto : marudiyafu.com]
Kabar gembiranya, Maslamah Media Mandiri akan mengadakan Writing Healing Therapy season berikutnya yang lebih dalam dengan waktu yang lebih lama. Jadi untuk kalian yang ingin merefleksikan diri dengan self healing writing therapy kuy ikutan season berikutnya ya :)
 
Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat beraktivitas!

0 Response to "Weekend Faedah dengan Writing Healing Therapy"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel