Pesan dari 2017 untuk 2018

Sudah hari ke-5 di Tahun 2018. Tahun di mana bulan Mei nanti usia saya tepat 25 Tahun. Sebelumnya saya ingin mengulas balik mengenai tahun 2017 lalu. Tahun di mana saya mendapatkan banyak permbelajaran hidup, setiap langkah demi langkah seolah Tuhan memberikan saya petunjuk. Mungkin kalau dijabarkan di tulisan kali ini, akan membutuhkan banyak kata, kalimat, serta paragraf yang memakan waktu lama. Maka saya akan menyebutkan beberapa hikmah pembelajaran saja.

Tahun 2018

Traveling

Tahun 2017, merupakan tahun di mana saya benar-benar merasakan menjadi seorang traveler. Jatuh terluka saat menyusuri perjalanan, bertemu dengan orang baik, dan menikmati pemandangan yang merupakan kekayaan alam Indonesia. Saya pernah menuliskannya di sini. Sungguh suatu kesempatan yang tidak bisa diukur dengan mata uang. Mungkin Tahun 2017 saya baru menjelajahi daerah Bogor, Jawa Barat yang belum terlalu jauh dari tempat saya tinggal. Dan harapan saya di Tahun 2018 ini, saya bisa menjelajahi bagian Indonesia yang lainnya.

Untuk setiap perjalanan, tentu harus ada harga yang dibayar entah itu kita harus berusaha terlebih dahulu dengan menabung ataupun dengan mengikuti lomba-lomba yang diadakan oleh pihak tertentu. Tapi yang paling penting adalah keyakinan kita untuk selalu meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena kalau kita sudah kehilangan keyakinan itu, kepada siapa kita akan meminta?  Tuhan Maha Kaya, mintalah apa yang kita inginkan pasti Tuhan akan memberinya sesuai kadar diri kita. Sesungguhnya Tuhan lebih mengerti atas diri ini dari pada diri sendiri.

Mengapa ingin traveling lebih jauh lagi? Karena saya ingin menyaksikan langsung betapa indahnya ciptaan Tuhan, ingin bertemu dengan orang-orang yang belum pernah saya temui, mengenal karakter serta budaya yang memang belum saya ketahui.

Passion Baru

Tahun 2017 juga saat saya berhenti bekerja karena tragedi kecelakaan dari motor yang tidak memungkinkan saya untuk bekerja, yang mengharuskan saya menganggur untuk menyembuhkan luka dari kecelakaan itu. Setelah badan saya pulih kembali dan memungkinkan untuk bekerja, saya masih ingin bekerja di Perusahaan, saya tentu berusaha mencari-cari pekerjaan kembali. Tapi, mungkin memang jalannya, mulai Februari 2017 saya menganggur sampai saat saya menulis ini. Dibalik menganggurnya saya, ada passion baru yang saya temukan yaitu menggambar atau melukis secara digital / digital painting. Saya pernah menceritakannya di sini. Bahkan saya juga merasakan mendapatkan penghasilan dari passion baru saya ini. Ya, rezeki memang datangnya dari mana saja dan dari arah yang tidak kita sangka-sangka.

Awalnya saya ragu untuk memasang tarif untuk jasa digital painting yang saya namai @MardhiyArt, karena masih terbilang sangat pemula kalau dibandingkan dengan mereka yang sudah lama berkecimpung di dunia seni. Atas dasar itu juga saya sebagai pemula tidak mau stuck disitu-situ saja, saya mencari-cari tahu mengenai seni digital, saya terus berlatih, saya terus memberanikan diri untuk mencoba cara terbaru. Hingga akhirnya ada beberapa orang yang menanyakan harga untuk jasa digital painting @MardhiyArt, dan saya memberanikan diri untuk memasang tarif. 

Kalau boleh jujur, dunia seni digital mungkin terlihat materialistis bagi mereka yang belum mencoba. Tapi dibalik itu semua, sungguh bagi mereka yang mengerti akan dapat menghargai. Bukan soal bayaran, tapi soal mengekspresikan warna, mengukir garis, serta memadukan kecocokan gambar, dan juga soal waktu  berapa lama yang telah menemani kita untuk berekspresi. Ada kepuasan tersendiri saat kita berhasil membuat suatu karya seni, sehingga kita tidak mempedulikan lagi berapa nominal rupiah yang kita terima dari karya seni tersebut. "Jangan Melihat dari harganya, tapi lihatlah dari usahanya membuat sebuah karya seni."

Pesan untuk 2018 dalam hal ini, teruslah bersahabat dengan kami para pemula yang ingin terus berlatih dan belajar. Karena tidak ada garis finish untuk belajar kecuali kematian. 

Bisa Mendapatkan Pekerjaan 

Saya tidak tahu sih, jalan saya akan menjadi seorang pekerja kembali atau menjadi seorang yang bekerja sendirian dengan usahanya. Inginnya masih menjadi seorang pekerja di perusahaan karena saya ingin menabung untuk masa depan. Dan alasan utama karena belum bisa menjadi seorang pekerja freelance. Belum bisa benar-benar memenage, memilah waktu, mana waktu untuk bekerja dan mana waktu untuk beristirahat. Apalagi di rumah ada saja kerjaan rumah yang memanggil untuk dikerjakan.

Tapi kalaupun saya menjadi pekerja kembali, saya ingin dipertemukan dengan perusahaan yang memang menyediakan waktu untuk ibadah. Saya ingin diberi pekerjaan yang semakin mendekatkan saya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selagi menganggur saya akan melakukan apa saja yang bisa saya lakukan saat menganggur. Salah satunya ya berkarya, menganggur memberikan banyak waktu untuk bebas berkarya, belajar lebih banyak lagi, serta berlatih lebih giat lagi. Hitung-hitung juga belajar menjadi seorang pekerja freelance.

Bisa Memanfaatkan Waktu

Pasti dong ya, setiap dari kita menginginkan untuk dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Saya pun seperti itu, inginnya di Tahun 2018 ini lebih produktif dibandingkan Tahun 2017. Lebih bisa memanfaatkan waktu, tidak terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk berleha-leha, bersantai-santai, atau dibuang sia-sia.

Lebih mengutamakan meluangkan waktu untuk menghadap Tuhan, untuk berkomunikasi dengan Tuhan, dan untuk lebih dekat lagi dengan Tuhan Yang Maha Esa. Lebih mengejar akhirat kelak karena sejatinya tujuan dari hidup yaitu akhirat. Lebih mengejar urusan akhirat dalam melakukan segalanya. "Percaya saja sama Tuhan"

Blog

Bermula di Tahun 2016 saya membuat blog yang belum seberapa ini dengan tujuan untuk melanjutkan hobi menulis saya yang telah ada sejak di bangku SD. Ya, semasa sekolah dulu, saya senang bercerita di buku diary ataupun menulis cerpen di buku tulis yang kemudian saya lihatkan ke teman-teman saya. Apa tanggapan mereka kala itu? "Lucu" itu saja sih :D. 

Niat awal saya membuat blog ini untuk melatih dan mengasah hobi menulis saya, karena kan kalau ditulis di blog kemungkinan ada yang membaca, dari sana mungkin ada yang bisa memberikan kritik ataupun saran untuk tulisan saya. Sehingga saya dapat mengembangkan kemampuan saya. Tujuan selanjutnya agar apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi pembaca. 

Lalu, setelah beberapa bulan blog ini terbuat, saya bergabung dengan salah satu komunitas blogger. Dari sana, saya banyak belajar mengenai blog, dengan rajin blogwalking ke blog sesama anggota komunitas juga yang menambah pengetahuan saya seputar blog. Dan juga tentunya menambah jalinan pertemanan dengan sesama blogger. Dan untuk tampilan blog saat ini juga berkat bantuan dari salah satu teman komunitas blogger yaitu bang Endo Putra yang merupakan founder dari Takaitu.Com website tongkrongan anak muda masa kini.

Inginnya di Tahun 2018 ini, saya bisa posting blog minimal seminggu sekali. Lalu belajar lebih dalam lagi mengenai blog dan kepenulisan agar bisa menyediakan konten yang memang diinginkan pembaca. Mengikuti lomba-lomba blog yang diadakan untuk melatih kemampuan saya dalam bersaing. Lalu yang menjadi harapan banget adalah blog saya bisa TLD agar saya lebih semangat lagi untuk ngeblog.

Antara Seorang Hamba dan Tuhannya

Di tahun 2017, saya juga mendapat makna pembelajaran hidup yang tidak henti-hentinya. Langkah demi langkah Tuhan mengingatkan saya, agar saya lebih dekat denganNya. Yang paling membuat saya sadar adalah, ketika orang-orang menjauh dari saya, di saat seolah tidak ada lagi yang menginginkan saya.  Tapi, Tuhan mendekap saya dan tetap ada untuk saya melalui ketukannya di hati saya. Saya meneteskan air mata saat berkomunikasi denganNya. Batin saya terpenuhi saat itu, saya benar-benar bersyukur Tuhan telah menegur saya dengan cara yang sedemikian rupa.

Karena sesungguhnya tidak ada yang bisa menjamin akan selalu ada untuk kita selain Tuhan Yang Maha Esa. Mungkin saat semua menjauh, namun di dalam lubuk hati terdalam masih ada Tuhan yang menemani. Mungkin suasana sepi, tapi di hati selalu ada Tuhan. Mengadulah apa yang hati ingin keluhkan, memintalah apa yang diinginkan, dan berlindunglah hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Semoga tahun 2018 ini saya bisa lebih dekat lagi denganNya. Lebih giat lagi beribadah dan menjalani sunnah Nabi Muhammad SAW, serta menjauhi segala laranganNya. Aamiin.

Pedoman Kitab Suci Al-Qur'an

Kalau ada yang perlu disesali, mungkin saya akan menyesali bahwa saya dengan umur menuju 25 Tahun ini belum hafal surah-surah Al-Qur'an. Padahal setiap ayat di dalam Al-Qur'an mengandung kebaikan. Yakali, saya mau mengabaikannya? Enggak!

Harapan saya di Tahun 2018 ini, bisa menghafal surah-surah Al-Qur'an. Surah Al-Kahfi, Al-Waqi'ah, Ar-Rahman, dll. Terutama Juz 30. Aamiin Yaa Allah. Bisa lebih mendalami pesan-pesan dari setiap ayat yang ada di Al-Qur'an. Intinya berpedoman kepada Al-Qur'an. Aamiin.

Masalah Jodoh

Nah ini dia nih kata-kata yang lagi viral di Tahun 2017 lalu dan mungkin akan terbawa sampai tahun 2018 ini yaitu "Jodoh". Ya, masalah jodoh kan urusan Tuhan, itu mah maunya Tuhan aja bagaimana. Yang penting usaha serta do'a saja dulu dibanyakin. Bukankah urusan jodoh sama seperti halnya urusan rezeki dan maut? Berbicara soal "Maut", pasti dong ya setiap dari kita menginginkan meninggal dalam keadaan sedang beriman kepada Allah SWT, sedang merindukan Rasulullah SAW, dan sedang berpedoman kepada kitab suci Al-Qur'an? Yuk sama-sama menjadi pribadi yang semakin mendekatkan diri dengan Tuhannya.

Untuk jodoh di Tahun 2018, saya kembalikan lagi itu urusan Allah SWT. Dan saya hanya sebagai pemain di dalam skenario yang memang sudah tertulis. Karena saya tidak tahu yang akan menemui saya duluan di Tahun 2018 ini apakah jodoh atau maut. Hanya Tuhan yang mengetahui :)   

"Tuhan, izinkan hamba bersahabat dengan 2018 untuk bersama mengupayakan mimpi-mimpi menjadi kenyataan."

0 Response to "Pesan dari 2017 untuk 2018"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel