Belajar Hingga Terlelap

Belajar hingga terlelap
Belajar Hingga Terlelap
Mengenai tujuan hidup, entah bagaimana saya mesti memulai menulis kali ini. Setiap kita yang hidup di bumi ini, pasti tahu bahwa kita semua akan meninggalkan bumi ini. Bukan ke luar angkasa, melainkan memang benar-benar meninggalkan dunia ini. Akan ada dunia yang sudah pasti menjadi tujuan kita setelah hidup, yaitu akhirat. Jujur, saya suka merinding sendiri kalau inget hal yang satu ini. Saya suka galau saat ingat dosa-dosa yang pernah saya lakukan, saya galau tentang ibadah yang suka ketinggalan, saya galau ketika sadar bahwa belum melakukan banyak hal selama 24 Tahun ini. Tapi apalah artinya kegalauan tersebut tanpa adanya perbaikan!

Mengenai belajar, termasuk juga menuntut ilmu, banyak sekali ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits yang menyebutkannya. Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim, itu berarti selama kita hidup di dunia ini kita wajib untuk belajar. Tidak ada kata finish ataupun terlambat untuk menuntut ilmu sebelum kita meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya (Otw akhirat). Ada hadits yang menyebutkan bahwa "Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu". (HR. Turmudzi). Ilmu sangatlah penting karena sebagai petunjuk di dalam kehidupan, jika kita ingin mempelajarinya.

Menurut saya, belajar itu bermakna sangat amat luas. Mulai dari belajar di bangku sekolah, belajar di kajian, belajar dalam hal peningkatan skill, dll. Dari pengalaman yang telah kita alamipun membuahkan suatu pelajaran. Tentunya makna belajar di sini berarti mencoba untuk memahami hikmah dari pengalaman tersebut, dan mencoba untuk memperbaiki semuanya. Lalu mengenai pembelajaran hidup, banyak sekali kejadian-kejadian yang dapat kita pelajari selama kita masih hidup di dunia ini. Tidak hanya yang telah kita alami, namun juga dari pengalaman orang-orang disekeliling kita.

Baiklah mari kita mulai untuk sharing bersama-sama. Saya akan memulai, mengenai sedikit pembelajaran hidup saya. Terkadang rasa malu menghinggapi diri saya saat mengingat-ingat perbuatan saya yang terbilang alay, labil, galau, apapun itu namanya yang intinya engga banget. Saat Tuhan mendatangkan ujian kesulitan, saya seperti menyalahkan takdir, galau, ga nerima, menggerutu, lantas barulah saya mengadu seluruhnya kepada Tuhan. Saat awal-awal adik saya sakit, saya galaunya minta ampun, nangis ga kelar-kelar, menyalahkan diri sendiri yang sudah gagal menjadi seorang kakak, hingga berdoa kepada Tuhan dengan cara menodong seolah Tuhan itu jahat banget. Lambat laun saya sadar, Tuhan mendatangkan ujian tersebut supaya saya lebih sadar lagi untuk lebih dekat denganNya, bahwa semua yang ada di kehidupan saya adalah rencanaNya, bahwa agar saya lebih kuat lagi, dapat ikhlas untuk menerima semua ketentuanNya dan yang terpenting dibalik itu semua pasti ada hikmahnya.

Lalu masalah perasaan (Ciyeee #uhuuk). Saat saya suka bahkan mengharapkan seorang lelaki untuk masa depan saya kelak, namun takdir Tuhan berkata lain. Lelaki itu bukanlah jodoh saya, doi menikah dengan wanita lain. Well, saya sudah termakan akan omongannya. Rasanya nih hati nyess banget, seperti kerupuk dicelupin ke kuah mie rasa soto. Saat itu bagaimana kira-kira perasaan saya? Sayapun sama seperti wanita pada umumnya yang berperasaan. Galau banget cuy, setiap keinget doi bawaannya pengen nyetel lagu galau yang jelas-jelas menambah kadar kegalauan saya. Setiap postingan di instagram, saya tuliskan beberapa bait kalimat yang galaunya dalem banget. Pokoknya tidak patut untuk dicontoh (Lah emangnya kegiatan saya yang lainnya patut untuk dicontoh mar? Ga juga sih :D). Tapi, itu semua memang sudah rencana Tuhan Yang Maha Esa yang sudah pasti ada hikmahnya. Lambat laun, saya sadar banget mencintai ataupun merasa memiliki secara berlebihan apapun itu selain Allah SWT dan RasulNya, sangatlah tidak baik dan sangat berpeluang menyakiti hati saya. Well, saya hidup di dunia ini hanya mempunyai Allah SWT. Keluarga, teman, sahabat, uang receh, bahkan hati saya inipun milikNya. 

Nah, mengenai nikmat hidup yang Tuhan berikan untuk saya, tentunya sangatlah tidak sebanding dengan ujian untuk saya. Tuhan telah banyak memberikan nikmat hidup untuk saya, tapi, apakah saat saya senang tetap mengingat Tuhan?! Tetap bersyukur? Terkadang saya terlena atas kehidupan di dunia ini, saya terlalu memikirkan kebahagiaan duniawi, dan lupa akan akhirat kelak. Padahal Tuhan sangat baik kepada saya yang merupakan hambaNya. Entah berapa banyak permintaan saya yang telah dikabulkanNya. Saat saya merasa tidak mempunyai teman, saya meminta-minta kepada Tuhan untuk dihadirkannya teman yang baik, dan sesaat setelah itu Tuhan hadirkan teman yang sangat baik untuk saya, bahkan bukan hanya sekedar teman namun bisa dibilang "Sahabat". Well, sebegitu baiknya Tuhan, padahal saat itu amalan saya tidaklah seberapa.

Tapi giliran Tuhan mendatangkan ujian kesulitan untuk saya, saya malah seperti tidak menerima, menggerutu, kesal. Barulah saya menyebut-nyebut namaNya. Sebegitu tidak adilnya saya sebagai hambaNya, padahal dibalik itu semua mungkin Tuhan sedang kangen dengan saya, ingin saya lebih sering berlama-lama bertemu dengannya (Saat Sholat). Tuhan ingin saya sadar bahwa dunia dan seluruh isinya adalah milikNya. Ikhlaskan saja semua ketentuanNya, serahkan semuanya kepada Tuhan, InsyaAllah tenang dalam menjalani kehidupan ini.

Saya ingin, kita belajar bersama-sama dalam menjalani kehidupan ini. Karena sejatinya kehidupan ini adalah proses pembelajaran, hingga kita benar-benar terlelap dari kehidupan ini (sampai di liang lahad) Mintalah kepada Tuhan untuk selalu bersama dengan orang-orang yang dapat menuntun kita ke jalan yang diridhoiNya. Dunia hanyalah sementara, ayo belajar dan jangan jadi muslim yang kaku. Aamiin..

Terimakasih sudah mau mampir. Salam dari saya Rodhiyatum Mardhiyah yang ingin belajar lebih banyak lagi mengenai arti hidup. Oh ya, sharing juga yuk di kolom komentar :)

0 Response to "Belajar Hingga Terlelap"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel