Ketika Kita Gagal, Disitulah Kita Bangkit dengan Power yang Lebih Kuat Lagi


Ketika Kita Gagal, Disitulah Kita Bangkit dengan Power yang Lebih Kuat Lagi

Pagi itu aku bersama Vivin (Sahabat SMK aku) pergi untuk menemaniku menaruh lamaran ke salah satu Perusahaan Maskapai yang beralamat di Jalan Gajah Mada No 7 Jakarta Pusat.. (ciyeee.. masih ingat) vivin merupakan sahabat terbaikku semenjak kita SMK, saat itu adalah pengalaman baruku pergi ke Ibu Kota Jakarta naik bus transjakarta atau biasa disebut busway.. Vivin dan keluarganya sangat baik kepadaku, vivin lah yang memberitahuku bagaimana cara melamar kerja di Perusahaan tersebut dan bukan hanya yang memberitahu bahkan Vivin pun mengantarkanku untuk menaruh lamarannya..

Setibanya di kantor pusat perusahaan tersebut aku dan Vivin pun menemui scurity untuk menanyakan prihal lowongan kerja, dan scurity memberitahu dengan sangat ramah mengenai lowongan kerja.. aku pun menaruh lamaran kerja ku dengan penuh rasa semangat dan tak lupa mengucap Bismillah..

Selang beberapa minggu aku mendapat panggilan untuk psikotest di kantor pusat untuk posisi Call Center, jujur saja aku pun tidak mengetahui bagaimana sebenarnya pekerjaan seorang Call Center di perusahaan maskapai. Namun dengan rasa semangat yang tinggi aku bertekad untuk mengikuti test tersebut.

Akhirnya akupun datang mengikuti test tersebut, oh iyaa.. aku datang tidak sendiri, kali ini aku ditemani tetangga sebelah rumah ku yang bernama Mba Mala, Mba Mala dan keluarganya merupakan tetangga yang sangat baik kepada keluargaku.. Sesampainya di kantor pusat aku melihat ada beberapa calon pelamar lainnya yang juga akan mengikuti test tersebut, cukup banyak hingga sempat membuat diriku nervous dan kurang percaya diri namun aku harus tetap berusaha semaksimal mungkin..

Hingga pada saatnya tiba para pelamar kerja diarahkan untuk naik ke lantai 13 untuk mengikuti psikotest, disediakan beberapa meja dan satu meja terdiri dari 2 orang. Diberi waktu beberapa menit untuk mengisi psikotest tersebut. Daaaan waktu untuk mengerjakan psikotest telah habis. Setelah itu kita menunggu beberapa jam untuk mengetahui hasil dari psikotest tersebut, yapss.. lolos atau tidaknya kita dalam tahap ini..

Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya scurity membawa selembar kertas yang mana dalam kertas tersebut tertulis nama-nama siapa saja yang lolos dalam tahap psikotest dan dapat lanjut ke tahap interview.. berulang kali aku mambaca kertas itu namun sayangnya namaku tidak ada, itu berarti aku tidak lolos dalam tahap psikotest ini.. ada rasa kecewa dan sedih yang tidak bisa digambarkan mungkin karena aku terlalu berharap..

Yaaa.. aku pulang dengan tangan kosong tanpa hasil, namun entah kenapa aku sangat ingin untuk melamar kembali kesana, hingga pada hari berikutnya aku bergegas untuk menaruh lamaran yang kedua kalinya dengan penuh rasa semangat dan senang hati,bisa dibilang perasaanku dan energi ku untuk menaruh lamaran yang kedua kali lebih kuat daripada pertama kali, yapsss aku sudah bangkit kembali setelah kegagalan itu, kali ini aku tidak ditemani oleh siapapun, aku pergi ke tower seorang diri..

Alhamdulillah setelah beberapa minggu aku menaruh lamaran ke Perusahaan maskpai tersebut untuk yang kedua kalinya aku dipanggil untuk mengikuti psikotest dan dengan posisi yang sama yaitu untuk posisi Call Center, akan tetapi kali ini test diadakan di Halim, Jln Trikora Raya. Aku pun belum mengetahui tempat itu dimana, segala macam persiapan untuk test sudah aku pelajari dan Abi merupakan seorang ayah yang sangat mendukungku untuk melamar kerja kesana, bahkan aku juga belajar dalam menghadapi interview dengan Abi, Abi memberitahu pertanyaan apa saja yang sekiranya akan muncul dan bagaimana cara menjawab pertanyaan itu. Kini pada saatnya tiba panggilan untuk psikotest aku harus berusaha mencari tahu bagaimana untuk sampai ke tempat tersebut dan menggunakan transportasi apa, pada saat itu aku sangatlah bingung.. 

Hingga keesokan harinya aku memutuskan untuk tetap menghadiri psikotest tersebut, dengan penuh rasa semangat dan engergi positif serta do’a yang selalu aku panjatkan di sepanjang jalan, Aku pun tidak lupa meminta do’a kepada Abi dan Ummi. Aku berangkat seorang diri dengan bermodalkan rasa nekad, dari Kutabumi ke Kalideres aku naik angkot roda niaga lalu setelah itu aku naik transjakarta, tidak lupa sebelum aku naik transjakarta aku bertanya terlebih dahulu rute apa yang mesti aku lalui untuk sampai ke tempat tujuan, petugas transjakarta pun memberitahuku dengan sangat ramah dan aku tak lupa untuk mengucapkan terimakasih banyak atas informasinya, dan beginilah rute nya : Kalideres-Harmoni, Harmoni-PGC, nah setelah itu aku turun di halte cawang uki setelah itu untuk mengejar waktu aku naik ojek..

Alhamdulillah aku sampai dengan selamat dan lebih awal beberapa menit sebelum dimulainya psikotest. Sebelum dimulainya psikotest aku mempunyai beberapa kenalan, yang pertama aku berkenalan dengan seorang ibu yang sangat ramah yang sedang mengantarkan anaknya untuk mengikuti psikotest juga seperti diriku nama anaknya Ari, dan ibu itu pun mengenalkan anaknya kepadaku, lalu ada juga Riana, hikmah, dan yang lainnya..

Tiba saatnya psikotest dimulai, kali ini aku tidak terlalu nervous seperti sebelumnya walaupun yang mengikuti psikotest bisa dibilang lebih banyak. Diawali dengan menyebut Bismillah dan membaca Al-Insyiroh sebanyak 3x serta keyakinan yang tinggi aku mengerjakan psikotest tersebut, sampai pada akhirnya waktu telah habis untuk mengerjakan psikotest tersebut.

Aku dan teman-teman yang lainnya dipersilahkan untuk istirahat sambil menunggu hasil lolos atau tidaknya dalam tahap psikotest ini, aku pun bersama Riana & Hikmah bergegas untuk sholat dzuhur dan setelah itu membeli mie ayam untuk makan siang. Selama isitirahat kita berbagi cerita mengenai pengalaman kita..

Tak terasa sudah jam 1 siang, itu artinya pihak HRD segera mengumumkan siapa saja yang lolos dalam tahap psikotest dan nama yang disebut merupakan nama yang lolos dalam tahap psikotest ini, sudah beberapa nama yang disebut namun namaku belum juga disebut namun aku tetap optimis, siapa tau namaku akan disebut terakhir. Daaaaan yah alhamdulillah banget namaku disebut sangat jelas : Rodhiyatum Mardhiyah, Riana dan Hikmah pun lolos dalam tahap psikotest, alhamdulillah kita bertiga lolos, namun Ari tidak lolos.. Aku melihat rasa kecewa di wajah Ari namun ibunya tetap menyemangatinya dan akupun juga ikut menyemangati Ari, aku berkata kepada Ari : gapapa kali ini ga lolos psikotest, lain waktu kalau ada kesempatan bisa mencoba kembali, aku pun pernah gagal dalam tahap psikotest, dan ini yang kedua kalinya.. 

Selanjutnya adalah tahap interview yang mana setiap pelamar dipanggil satu persatu untuk di interview, entah kenapa rasa nervous muncul namun segera hilang karena sambil menunggu kita dipanggil, aku dan Riana saling bertukar cerita entah tentang apapun itu. Tiba saatnya giliran Riana untuk di interview dan selanjutnya aku yang di interview. Seperti inilah kurang lebih proses interview berlangsung : Pertama aku mengetuk pintu sambil mengucapkan selamat siang, lalu aku membuka pintu dan menutupnya kembali, pihak HRD mempersilahkan aku untuk duduk di kursi yang telah disediakan dan aku pun duduk, pertama aku dipersilahkan untuk introduce memakai bahasa inggris, aku pun menyebutkan nama panjangku, nama panggilanku, tempat tanggal lahirku, alamat rumahku, aku tinggal bersama siapa, selanjutnya aku ditanya apa pengalaman kerjaku tugas apa saja yang aku kerjakan mengapa aku keluar dari perusahaan sebelumnya dan berapa gaji terakhirku, aku menjawab seingat dan sejujur mungkin. Dan selanjutnya aku ditanya, apakah aku bersedia bila diberi gaji lebih kecil dari gaji ku sebelumnya? Dengan penuh pertimbangan aku menjawab : saya bersedia, karena segala sesuatunya dimulai dari nol, untuk pemula saya tidak apa diberi gaji kecil tapi saya yakin seiring berjalannya waktu kalau kinerja saya dilihat saya yakin perusahaan akan menaikkan gaji saya. Lalu dilanjutkan dengan pertanyaan : Apa yang kamu ketahui mengenai Call Center? Aku menjawab sebisaku : Call Center merupakan pusat panggilan yang mana kita harus bisa menerima panggilan dari customer dengan seramah mungkin dan disertai kesabaran dan juga kita harus memenuhi permintaan customer hingga customer merasa puas dengan informasi yang telah kita berikan. Lalu coba kamu contohkan bagaimana cara seorang Call Center menjawab panggilan? Aku menjawab : PT. ... , selamat siang dengan Mardhiyah bisa dibantu? (Hanya itu yang aku bisa pada saat itu) Kurang lebih seperti itu sesi interview. Selanjutnya kita dipersilahkan untuk langsung pulang bagi yang sudah diinterview, dan kabar lolos atau tidaknya akan diberitahu paling lama 2 minggu dari sekarang melalui sms. Aku dan Riana pun pulang..

Sudah dua minggu namun aku belum mendapatkan kabar dari pihak HRD, aku pun beranggapan bahwa aku tidak lolos, yaaah mungkin belum rezeki aku.. daaaaan ternyata di minggu ke 3 alhamdulillah aku mendapat panggilan untuk training, rasanya sangat amat senang dan terharu. Terimakasih Yaa Allah.. ternyata Riana dan Hikmah juga mendapatkan panggilan.. Alhamdulillah 

Inilah pengalaman serta pengetahuan baru aku akan dimulai bersama teman-teman seBatch, jujur saja pengetahuan aku mengenai dunia maskapai sangat kurang dan background aku bukan dari dunia maskapai, yaaaa... aku memulainya dari nol.. Aku sangat bersyukur bisa diberi kesempatan untuk mengetahui dunia maskapai disini..

Masa training dijalani selama kurang lebih satu minggu, selama training aku dan teman yang lainnya diajarkan banyak sekali mengenai Call Center dan mengenai Perusahaan Maskapai tersebuit. Kita diajarkan oleh beberapa pengajar yang memang sudah sangat berpengalaman dan tentunya sudah sangat senior dan juga kita mempunyai seorang mentor yang sangat perhatian terhadap anak didiknya. Aku sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk di training dalam Basic Call Center sebuah perusahaan maskapai apalagi ini gratis. Dan pihak perusahaan juga akan memberikan sertifikat kalau kita bisa melalui masa training dengan baik..

Tak terasa sudah satu minggu kita menjalani masa training dan kita akan dinilai dari masa training apakah kita lolos dan bisa untuk ke tahap berikutnya atau tidak. Alhamdulillah aku dan teman yang lainnya dinyatakan lolos masa training dan dengan predikat baik, itu artinya kita akan mendapatkan sertifikat setelah bekerja nanti, selanjutnya kita akan di interview oleh Manager Call Center nya langsung, pada saat interview kita diperbolehkan memakai kemeja bebas tetapi mentor kita memberitahu lebih baik memakai kemeja dengan warna yang lembut. 

Tiba saatnya aku dan teman yang lainnya untuk di interview oleh Bapak Manager Call Center, kita dipanggil satu-satu untuk masuk dan diinterview.  Aku pun sangat deg-degan gugup gimana gitu, namun aku mencoba untuk menetralisir rasa gugup itu. Daaaaaan tiba giliranku untuk di interview, pertanyaannya kurang lebih sama seperti yang pihak HRD tanyakan sebelumnya namun kali ini pertanyaannya ditambah mengenai apa saja yang sudah diajarkan selama training. Aku menjawab sepengetahuanku dan sebisaku.. Dan akupun selesai diinterview.

Selanjutnya menunggu panggilan untuk Medical Check Up, apabila lolos maka ada pemberitahuan dari pihak perusahaan. Daaaaan Alhamdulillah kita semua lolos interview ke 2 dan ini dia tahap terakhir yaitu medical check up, disini darah kita akan diambil tapi gasampe bikin lemas kok karena hanya beberapa cc saja diambilnya..
Setelah semuanya telah medical check up, dari pihak outsourching menjelaskan mengenai gaji, dll.. ayeayyyyyy.. kalau sudah diberitahukan soal gaji itu berarti kita sebentar lagi akan resmi menjadi karyawan disini.. Alhamdulillah.. iyaa kita semua seBatch lolos untuk menjadi Call Center di Perusahaan maskapai tersebut..

Selamat datang pekerjaan baru, teman baru, seragam baru, pengetahuan baru dan pengalaman baru. Semuanya akan segera dimulai bagaimana suka dan duka menjadi seorang Call Center. Sekali lagi aku sangat bersyukur bisa diberi kesempatan untuk bekerja disini.. Terimakasih banyak untuk semua pihak.. Terimakasih untuk do’a dan usahanya..

Ini merupakan kurang lebih sedikit cerita pada tahun 2012 

“Pada saat kita gagal wajar kalau kita terpuruk namun jangan terlalu lama dalam keterpurukan itu, kita harus segera bangkit dengan power yang lebih kuat, jadikan kegagalan itu sebagai pembelajaran untuk kedepannya. Yakinlah semua tidak ada yang sia-sia. Tetap optimis untuk menggapai tujuanmu apapun itu, kalau gagal coba lagi, gagal, bangkit lagi, gagal melompat lebih tinggi lagi.. “

“Yang terpenting bukan dimana tempat kita bekerja dan berapa besar gaji yang kita peroleh akan tetapi bagaimana caranya agar kita bisa bekerja semaksimal mungkin dengan potensi yang ada pada diri kita, karena pekerjaan merupakan amanah dan tanggung jawab”

Sekian cerita singkat dari saya, semoga teman-teman sekalian tidak bosan untuk mengunjungi Blog saya ini. Terimakasih untuk waktunya..


Salam Hangat,


Rodhiyatum Mardhiyah

0 Response to "Ketika Kita Gagal, Disitulah Kita Bangkit dengan Power yang Lebih Kuat Lagi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel