Follow Me @rodhimardhiyah

Thursday, February 22, 2018

Merajut Mimpi Bersama Tujuan Hidup

February 22, 2018 2 Comments
Apa serunya hidup tanpa mimpi? Hanya berlandaskan realita! 
Mimpi itu asyik bagi yang bisa menikmatinya,
Bukan karena tidak menerima kenyataan hidup.
Justru karena para pemimpi sadar akan hidup yang sebenarnya.
Entahlah kali ini bingung mau nulis tentang apa. Ga tau juga sedang kenapa perasaan ini. Yang jelas dan memang jelas sih, hati sedang butuh siraman rohani. Membaca Al-Qur'an beserta artinya pasti dapat mengobati perasaan ini semua. Yang jelas, boleh sedih asal jangan sampai putus asa! Karena putus asa bukanlah sifat dari seorang mukmin.
BermimpiKalau berbicara mengenai mimpi, pasti merupakan sesuatu yang sangat diidam-idamkan oleh keinginan hati. Tentunya mimpi dan cita-cita berbeda! Cita-cita sudah pasti menyangkut apa yang sedang dijalani, sedangkan mimpi jauh melampaui cita-cita. Kalian pernah dengar pepatah "Bermimpilah setinggi mungkin, agar ketika kau jatuh. Jatuhnya di antara bintang-bintang" kurang lebih kata-katanya seperti itu, lupa-lupa ingat soalnya.

Pepatah tersebut adalah benar menurut saya. Iya bermimpi harus tinggi, bermimpi harus besar, agar usaha kita untuk mencapai impian itu juga besar. Saya ngefans dengan tokoh publik favorit saya, maka saya bermimpi dapat mengisi acara yang sama dengan dia. Oh tidak, mungkin mimpinya kurang besar! Saya akan mengundang tokoh-tokoh publik favorit saya dalam acara milik saya. Mimpi ga tuh?! :D

Rasanya sangat monoton kalau hidup tanpa mimpi, tanpa angan-angan. Terasa flat layaknya jenis sepatu yang sering saya pakai. Sangat nyaman sih dipakainya, tidak ada rasa sakit saat memakainya, tidak takut untuk keseleo, pun tidak terlalu takut untuk terjatuh. Seperti itulah hidup tanpa mimpi, datar-datar saja!
Bagi seorang jomblo
Hidup tanpa mimpi
Seperti tidak ada semangat
Semangat saat bangun di pagi hari 
Tidak ada goals yang ingin dicapai
Akan saya beritahu nikmatnya hidup dengan bermimpi!

Orang biasa seperti saya ini percaya atau tidak percaya, punya haters juga lho! Namanya juga hidup ya, pasti ada yang suka dan ada yang enggak. Kebayang ga, kalau saya hidup tanpa mimpi hanya mengandalkan realita saja?! Ga semangat ngejalanin hidup ditambah dibully haters, rasanya ga enak banget!

Karena saya punya mimpi. Saya menjadi semangat saat bangun di pagi hari. Saya semakin semangat untuk berusaha mencapai impian-impian saya. Saya semakin semangat untuk beribadah agar do'a-do'a saya diperhitungkan olehNya. Saya menjadi semakin semangat ketika mereka mencemooh dan meremehkan impian saya dengan kalimat "Kalau mimpi jangan tinggi-tinggi, nanti kalau jatuh sakit banget!". Hey, semua orang berhak bermimpi. Bermimpi harus besar karena kita punya Tuhan yang Maha Besar! Tapi dibalik itu semua ada yang lebih penting menurut saya. Semua mimpi harus diniatkan untuk memperoleh Ridho Allah SWT!

Ketika gagal dan jatuh berkali-kali, ketika air mata menjadi teman dalam berjuang. Mimpi-lah yang menjadi penyemangat untuk terus berjuang. Do'a-do'a menjadi penguat atas usaha yang dijalankan, dan Ridho Allah sebagai tujuannya.
Kamu kira jatuh berkali-kali sakit?
Iya, jika yang kamu harapkan adalah penghormatan dunia!
Tidak, jika yang kamu harap adalah keridhoan-Nya.

Mimpi akan terus berjalan mencari ujungnya. Jika kelak hasil dari usahamu belum menjadi goals seperti anganmu, yakinlah bahwa Allah kelak akan menggantikan semuanya dengan cara yang tidak disangka-sangka. Seberapa sering kamu menuliskan rencana, seberapa sering kamu menjalankan strategi, seberapa sering kamu mengetuk pintu langit oleh do'a-do'a. Ketahuilah bahwa Allah adalah Tuhan yang maha mengetahui segala-Nya, sekecil apa pun itu. Sungguh Allah Maha Teliti!

Teruslah bermimpi dengan tak lupa mensyukuri apa yang telah menjadi ketentuanNya. Bersyukur telah diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini, berusaha untuk mencapai tujuan hidup yang sebenarnya. 

Salam untuk kalian semua "Para Pemimpi" dari seorang rakyat kecil yang mempunyai impian besar..

Tuesday, February 20, 2018

Jembatan Berendeng, Ikon Baru Kota Tangerang

February 20, 2018 0 Comments
Rasanya tak habis kalau berbicara mengenai kota seribu industri serta sejuta jasa yaitu Kota Tangerang. Ditambah lagi semakin berkembangnya kota ini! Ikon-ikon baru yang dihadirkan oleh pemerintah setempat menjadi saksi atas perkembangan kota Tangerang. 

Jembatan Berendeng, salah satu ikon baru kota Tangerang yang telah diresmikan secara langsung operasionalnya oleh Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah bersama dengan Wakil Wali Kota Sachrudin. Jembatan dengan lebar 13 meter serta bentang sepanjang 120 meter ini menjadi penghubung antara wilayah Benteng Makasar di Kecamatan Tangerang dengan wilayah Gerendeng di Kecamatan Karawaci. [Tangerangkota.go.id]

Jembatan Berendeng
[Terlihat dari bawah Jembatan Berendeng. Foto diambil oleh Ka Izzatul]

Salah satu tujuan dibangunnya jembatan berendeng ini yaitu untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Daan Mogot dan Ks Tubun. Jembatan yang dibangun dengan nilai kontrak tak kurang dari 33 Milyar rupiah ini dilengkapi dengan flying deck atau beranda terbang yang terbuat dari kaca pada bilah sisi kanan dan kiri di pertengahan Jembatan Berendeng yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengabadikan momen di atas sungai Cisadane dengan sensasi yang berbeda. [tangerangkota.go.id]
Jembatan Berendeng
[Jembatan Berendeng. Foto diambil oleh saya]

Akhir pekan tentunya menjadi hari pilihan bagi masyarakat untuk rekreasi dan berolahraga jalan pagi atau jalan sore. Nah, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Jembatan Berendeng ini ditutup untuk dijadikan sebagai lokasi rekreasi dan car free day saat Sabtu sore hingga Minggu sore tiba.

Melihat desain yang sangat instagramable tentu saja menjadikan setiap pasang mata yang sedang berada di lokasi Jembatan Berendeng ingin untuk mengambil foto pada setiap sudutnya yang unik. Salah satunya saya, mendatangi Jembatan Berendeng ini dengan antusias pada siang hari di hari Senin kemarin.

Karena datang pada hari selain Sabtu sore sampai Minggu sore, itu berarti Jembatan Berendeng ini ramai kendaraan yang melintas. Alhasil pengambilan foto yang apa adanya dengan background kendaraan yang sengaja lewat (Iyalah ya sengaja lewat sana kan? :D). Tapi tetap ciamik kok hasilnya!

Dimulai dari Desain jembatan yang berwana-warni yakni didominasi oleh warna biru, kuning, merah dan hitam. Dilengkapi dengan beberapa tiang lampu berwarna hitam yang unik, saya dan sang kakak mulai memotret-motret Jembatan Berendeng. Kesan apa yang muncul di benak saya mengenai Jembatan yang satu ini? Seperti Disney Land! Wkwk, sudahlah nikmatin saja.
Jembatan Berendeng
[Menunggumu Di Atas Jembatan Berendeng. Foto diambil oleh Ka Izzatul]

Jembatan Berendeng
[Suasana Jembatan Berendeng saat hari kerja. Foto diambil oleh saya]

Lalu mengenai Flying Deck atau beranda terbang yang terbuat dari kaca pada bilah sisi  kanan dan kiri di pertengahan jembatan. Beneran aseli ini keren, apalagi kalau berdirinya di samping kamu! *YailahMar. Adanya peringatan yang bertuliskan "Alas kaki harap dilepas!" adalah Untuk menjaga kebersihan dan kerapihan flying deck dari kaca ini, terutama agar flying deck tetap terpelihara. Sehingga masyarakat selalu dapat merasakan sensasi saat menikmati udara segar sungai cisadane di atas flying deck kaca ini.
Flying Deck Kaca di Jembatan Berendeng
[Flying Deck dari Kaca. Foto diambil oleh saya]

Flying Deck Kaca di Jembatan Berendeng
[Flying Deck dari Kaca. Foto Diambil Oleh Saya]

Oh ya, ada juga menara berwarna merah yang bisa kita naiki untuk melihat pemandangan sekitar Jembatan Berendeng. Terdapat 4 menara yakni 2 pada bilah sisi kanan dan 2 kiri Jembatan Berendeng. Yang menariknya adalah ukirannya yang unik, sangat cocok untuk dijadikan background berfoto ria.
Jembatan Berendeng
[Saat Melihat Kamu Melintas. Foto Diambil Oleh Ka Izzatul]

Jembatan Berendeng
[Kamu yang Paling Oke. Foto Diambil Oleh Ka Izzatul]

Terdapat beberapa tempat sampah di sudut Jembatan Berendeng. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk membuang sampah sembarangan! Bukankah lebih nyaman jika tempat rekreasi senantiasa rapih dan bersih?
Jembatan Berendeng
[Tempat Sampah yang sedang Menanti. Foto Diambil oleh Ka Izzatul]

Saat berada di puncak Jembatan Berendeng, saya merasa dapat memandangi awan yang indah dengan jelas. Mungkin karena tempatnya yang terbilang lebih tinggi dari dataran yang lainnya di sekitaran Jembatan Berendeng. Sangat recomended untuk tempat rekreasi bersama orang tersayang.

Tangerang, ada kata yang tidak bisa aku ungkapkan.
Ketika Kota ini menjadi saksi.
Saksi atas getirnya kehidupan.
Saksi atas kisah-kisah rakyatnya.
Semua pasti memiliki kisah di Kota yang pernah disinggahinya ini.
Cinta, satu hal yang menemani perjalanan kisah hidup di Kota ini.
Menyemangati keterpurukan yang hadir.
Tuhan jagalah Kota ini agar tetap berdamai dengan rakyat kecil sepertiku.
Ikon demi ikon yang dibangun oleh pemerintah Kota Tangerang semakin menjadikan Kota ini berkesan. Semakin mendukung kami khususnya yang senang berekreasi sambil berkreasi dan melahirkan karya. Iya, kami pecinta Traveling, Photography, Videography, dan terakhir bagi kami yang senang berkata dalam sebuah karya.

Jika kelak aku merantau dan meninggalkan Kota ini, ingatlah Tangerang bahwa aku pernah mencintaimu dengan berkarya. Menuliskan kata demi kata dengan hati mengenai Kota di mana aku dibesarkan. Seperti perkataanku, bahwa kamulah Kota yang menjadi saksi atas lika-liku kehidupanku.

Karena aku hanyalah wanita muda yang sedikit cemas banyak rindunya dalam berkarya. Iya layaknya lyric pada lagu milik "Payung Teduh".

Wednesday, February 14, 2018

Bermain Bulu Tangkis Bersama PKS Muda Chapter Pasar Kemis

February 14, 2018 0 Comments
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari sebagai makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi dengan yang lainnya, sangat perlu untuk menjaga kondisi diri agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Dalam hal ini, pola hidup sehat sangat berperan dalam hal menjaga kondisi kesehatan diri. 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pola hidup sehat adalah suatu keadaan di mana mental, fisik, dan  kesejahteraan sosial terjaga dengan stabil, bukan hanya ketiadaan penyakit pada diri manusia saja. Sedangkan menurut wikipedia, pola hidup sehat adalah suatu keadaan sejahtera pada badan, jiwa serta sosial, yang memungkinkan setiap individu dapat hidup produktif secara sosial maupun ekonomis. 

Menengok dari kedua pengertian pola hidup sehat di atas, kesehatan terbagi menjadi dua bagian yakni kesehatan tubuh dan kesehatan mental. Kesehatan tubuh lebih mengacu pada fisik sedangkan kesehatan mental lebih mengacu pada manajemen emosi dan  perasaan, dalam hal ini juga perihal hubungan sosial. 

Senantiasa menjalankan kehidupan yang sesuai dengan pola hidup sehat, tentunya mendapatkan banyak benefit. Di antaranya adalah membuat tidur lebih berkualitas, dapat bekerja lebih maksimal serta meningkatkan kinerja, dapat belajar dengan baik, mempunyai pola pikir yang positif, merasa damai, nyaman, dan tenteram, menjadikan penampilan lebih segar dan menarik, mendapatkan kehidupan dan interaksi sosial yang baik, tentunya menjadikan lebih percaya diri, terhindar dari penyakit.

Lalu bagaimana cara menerapkan pola hidup sehat? Adalah dengan melakukan olahraga secara rutin, mengkonsumsi makanan yang sehat dan halal tentunya, selalu berpikir positif dan menjauhi stressor, istirahat yang teratur, dan meningkatkan hubungan dengan orang lain.

Melakukan olahraga secara rutin tentunya harus diimbangi dengan semangat yang sinkron. Berolahraga bersama dengan mereka yang juga memiliki tujuan yang sama yaitu ingin hidup sehat merupakan salah satu dari alasan menyemangatkan diri untuk berolahraga.

Berbicara mengenai olahraga, saya sudah lama tidak berolahraga secara rutin. Tentunya ini berdampak buruk bagi kesehatan tubuh, yang membuat tubuh menjadi rentan terkena penyakit. Mungkin karena tidak adanya teman untuk berolahraga yang menjadikan diri semakin malas beranjak. Ini bukanlah pembenaran, hanya pembelaan diri alasan seperti itu!

Tapi memang benar sih, kalau kita mempunyai teman yang bisa diajak olahraga bareng, pasti menjadi lebih semangat dalam berolahraga. Alhamdulillah saya dipertemukan dengan mereka yang merupakan anak muda zaman now. Peduli dengan kesehatan tubuhnya! Tepatnya pada hari Jum'at tanggal 9 Februari 2018 jam 20:00 WIB kemarin, saya mulai mencoba rutin berolahraga setiap minggunya.

Bulu tangkis / badminton adalah olahraga yang saya mainkan malam itu bersama teman lainnya yang bertempat di Gor Plaza Kutabumi (Tinggal nyebrang dari rumah saya kok tempatnya). Kami bermain selama kurang lebih satu setengah jam. Ternyata lama tidak bermain badminton menyebabkan ketegangan pada otot-otot tubuh. Seperti saya contohnya, setelah asik bermain badminton badan bagian kanan dari atas sampai bawah terasa sakit keram dan bengkak. Tapi jangan khawatir, setelah rasa tidak enak itu hilang. Pasti badan terasa sangat enak dan lebih segar dari sebelumnya!
Bermain Badminton Bersama PKS Muda Chapter Pasar Kemis
Bermain Badminton Bersama PKS Muda Chapter Pasar Kemis

By the way, saya bermain badminton bersama PKS Muda Chapter Pasar Kemis. Awal mula saya ikut bergabung dengan PKS Muda adalah saat adanya pesta pantai yang diadakan oleh PKS Muda Banten di Pantai Tanjung Tum Anyer pada 6 Januari 2018 kemarin. Bukan main pokoknya acaranya uhuy banget, bayangin aja ada 7000 anak muda cuy yang dateng! Bener-bener mantep dah PKS Muda Banten!
Pesta Pantai PKS Muda Banten
[Foto : Ig @pksmudabanten]

Sekarang ini anak muda khususnya, sangatlah kreatif dan penuh dengan semangat yang tinggi dalam hal berkegiatan positif. Jadi untuk menemukan teman yang memiliki hobi sama, bukan hal yang sulit. Termasuk dalam hal melakukan pola hidup sehat.

PKS Muda adalah salah satu contoh perkumpulan anak muda yang peduli dengan politik. Apa hubungannya dengan pola hidup sehat? Jangan salah paham dulu ya guys, tetap lanjutkan membacanya.

PKS sendiri merupakan partai politik yang mempunyai kepanjangan dari Partai Keadilan Sejahtera. Sedangkan PKS Muda dibuat oleh DPP (Dewan Perwakilan Pusat) PKS yakni Bapak H. Moh. Sohibul Iman, Ph.D. sebagai komunitas politik untuk anak muda. Tujuan jangka pendeknya yaitu menyadarkan muda/mudi untuk berpartisipasi dalam politik. Sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah untuk mengajak muda/mudi gaul yang keberadaannya jauh masjid untuk ikut dalam tarbiyah.  Tujuan utama PKS Muda sebagai penghubung antar komunitas, antar individu yang di era now ini semakin individualis, ga mau peduli kanan kirinya.

PKS Muda 
Fun Creative Collaborative

PKS Muda merupakan perkumpulan anak muda yang mencoba untuk menumpahkan semangat mudanya dalam bentuk kegiatan-kegiatan positif. Salah satu bagian dari PKS Muda yaitu PKS Muda Chapter Pasar Kemis. Kegiatan positif yang diunggulkan dari PKS Muda Chapter Pasar Kemis yakni mengenai hobi dari setiap anggotanya.
PKS Muda Chapter Pasar Kemis
PKS Muda Chapter Pasar Kemis

Dari keseluruhan anggota PKS Muda Chapter Pasar Kemis, memiliki hobi yang sudah ada kegiatannya yaitu badminton yang diadakan seminggu sekali, futsal seminggu sekali, fun cooking sebulan sekali, entrepeneurship baru rencana, lalu archery dan karya tulis yang akan menyusul kegiatannya.

Nah, jadi bagaimana? Sangat sesuai kan tujuan serta kegiatan dari PKS Muda dengan pola hidup yang sehat, yakni mencakup kesehatan tubuh dan juga kesehatan jiwa serta sosial?! Olahraga bareng, diskusi bareng, berbagi ilmu bareng, dan pastinya kegiatan positif lainnya. Jadi bagaimana, kamu yang tinggal di sekitaran Kab. Tangerang tertarik untuk bergabung bersama kami? Cuss bisa langsung dikepoin dulu instagramnya di @pksmudakabtang . Sampai bertemu di kegiatan selanjutnya :)  

Bersama membangun mimpi
Berawal dari mimpi kami membangun semua harapan 
Harapan untuk tanah air yang lebih baik lagi
Dengan semangat muda kami bersatu
Bersatu dengan selalu menjunjung tinggi tanah air tercinta Indonesia.

Wednesday, February 7, 2018

Satu Bulan di Awal Tahun

February 07, 2018 0 Comments
Satu bulan di awal tahun

Setiap kita pasti menginginkan goals dalam setiap proses di dalam kehidupan. Jika pada awal tahun kemarin saya telah menuliskan resolusi untuk satu tahun yang akan datang disertai dengan kilas balik pada Tahun 2017 yang artikelnya bisa dibaca di sini. Maka untuk kali ini saya akan menuliskan mengenai satu bulan di awal Tahun '31 hari di Bulan Januari'. Kalau dilihat dari tanggal, sudah ketinggalan 6 hari. Seharusnya saya menuliskan pada tanggal 1 Februari, mentok-mentok tanggal 2 Februari. Karena paket internet yang tidak teratur dan sinyal yang lemot akhir-akhir ini yang membuat saya menunda-nunda untuk menuliskan ini. Padahal kalau memang niat, mungkin bisa saja memaksakan diri untuk tetap menulis. Seperti saat ini yang mesti begadang demi sinyal yang kuat.

Tahun 2018 ini saya menekankan pada diri saya untuk lebih produktif lagi. Entah itu dalam berkarya atau pun dalam memperoleh sesuatu (Ilmu apa pun itu). Setidaknya saya menghasilkan satu karya setiap harinya, kalau pun tidak menghasilkan karya saya memaksa untuk mempelajari sesuatu.

Karena saya yakin bahwa 'Mimpi' itu patut untuk diperjuangkan. 

Saya sudah berniat untuk membagi diri saya kepada beberapa bagian yang akan saya geluti. Pertama, saya menjadikan diri saya untuk aktif menulis minimal di blog pribadi ini. Kedua, saya menjadikan diri saya sebagai seorang yang senang menggambar digital. Lalu ketiga, saya menjadikan diri saya sebagai seorang pencari kerja karena saya sedang menganggur. Dan keempat, saya menjadikan diri saya sebagai reseller sabun sehat VCO.

Dari keempat bagian di atas membuat saya which is setiap harinya harus melakukan setidaknya satu dari bagian di atas. Kalau saya tidak menulis di blog, saya mesti menggambar digital, kalau tidak maka saya akan mempromosikan produk yang saya jual, lalu kalau saya sedang melamar kerja ya pasti saya akan fokus untuk melamar kerja dan melupakan ketiga aktivitas itu.

Dalam hal menulis blog, awal Tahun 2018 ini saya mencoba untuk menulis di platform yang membayar untuk setiap artikel yang telah publish yang saya buat. Ternyata sebagai pemula yang mencoba untuk menjadi content writer itu sulit untuk membuat sebuah artikel yang memang dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Harus ada usaha lebih agar artikel yang saya buat untuk platform tersebut dapat dipublish sesuai dengan peraturan dan ketentuannya, jika artikel yang telah saya buat tidak layak publish ujung-ujungnya saya muat di blog ini. Membuat saya sangat appriate kepada mereka yang berprofesi sebagai fulltime content writer.

Lalu sebagai pemula digital painting, saya berkeinginan untuk belajar mendalami lagi. Karena dunia seni tidak sekedar membuat sketch, colouring, lalu shading. Banyak di luar hal itu yang mesti kami dalami. Masih banyak ilmu tentang seni yang belum saya ketahui.

Selanjutnya, masalah pekerjaan! Mendapatkan pekerjaan lagi merupakan keinginan saya dari tahun kemarin. Beberapa minggu terakhir, saya disibukkan dengan melamar kerja kesana-kesini. Mengikuti test demi test nya. Mendapat penghasilan tetap setiap bulannya, masih menjadi kebutuhan saya dikarenakan diri yang belum siap menjadi seorang pengusaha ataupun fulltime content writer. Menurut saya menjadi orang yang bekerja sendirian, tidak patuh pada waktu jam kerja memerlukan kemantapan diri yang kuat. Harus bisa menyekat waktu, mana waktu untuk bekerja, mana waktu untuk istirahat, dan mana waktu untuk berlibur.

Sayangnya ketika saya merasa sudah cocok dengan satu pekerjaan yang telah saya ikuti test demi testnya, ada salah satu persyaratan untuk pelamarnya which is harus bisa mengendarai motor. Eng ing eng, berhubung saya belum bisa mengendarai sepeda motor, yasudahlah saya dinyatakan tidak lolos untuk menjadi karyawan di Perusahaan tersebut. Yasudah, mungkin memang jalannya mesti seperti ini. Galau sih :(. Lagi butuh-butuhnya dapet kerjaan dan merasa sudah klop banget sama kerjaannya dan lingkungan kerjanya, tapi belum jalannya. Di sini kata 'Sabar' harus bekerja. Bukankah Tuhan lebih tau yang terbaik untuk hambaNya?! Seperti ayat berikut ini :

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 216)

Dan menjadi seorang reseller salah satu produk sabun herbal. Menjadi seorang pengusaha, merupakan salah satu keinginan saya. Untuk belajar menjadi seorang pengusaha, saya mulai dari menjadi seorang resseler. Dimulai dari modal yang minim, saya berusaha mengenalkan sabun herbal kepada teman-teman yang saya jumpai baik di dunia nyata atau pun dunia maya. Ada yang tertarik untuk mencoba memakainya dan ada juga yang belum berani memakai sabun ini. Ya seperti itulah sebagian kecil kesan dari seorang reseller. Beruntungnya saya mempunyai keluarga yang mendukung usaha saya dalam menjadi seorang reseller, dibantunya saya dalam bentuk membeli sabun herbal yang saya jual.

'Satu Bulan di Awal Tahun' ini menurut saya lebih produktif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tapi tetap saja belum bisa konsisten untuk menghasilkan karya setiap harinya. Rasa malas berkata bahwa yang menjadi halangan dalam berkarya adalah jaringan internet yang sangat lemot. Sudahlah, itu hanyalah alasan dari rasa malas saya. Jangan ditiru ya!

Padahal orang-orang sukses terlahir dari keadaan yang mungkin lebih sulit dari saya. Mereka perlu pergi ke taman terbuka atau mungkin tempat umum yang menyediakan wifi gratis untuk tetap dapat berkarya. Mereka perlu mengurangkan jatah tidurnya agar tetap konsisten berkarya. Sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan saya yang doyan tidur. Atau mungkin mereka dulunya juga merasakan terhimpit perekonomian yang sulit dan bahkan sangat mungkin lebih sulit dari saya.


Orang-orang sukses tidak memberikan ruang alasan untuk mereka bermalas-malasan. Mereka selalu berusaha mencari jalan keluar agar bisa mendobrak pintu kesuksesan itu. 
Sudah sepatutnya kita bersyukur untuk apa yang telah kita miliki, agar tidak ada alasan untuk berhenti berusaha lebih giat lagi. By the way kalau ada informasi lowongan kerja boleh dong memberi kabar ke saya. Oya, di daerah Tangerang khususnya Kab. Tangerang, kira-kira di mana ya ada wifi gratis? Hehe. Thanks semua :)

Sunday, January 28, 2018

Tentang Gempa dan Pemikiran Kita

January 28, 2018 0 Comments
Pada hari selasa tanggal 23 Januari 2018 kemarin, telah terjadi gempa pada pukul 13:34:50 WIB yang berpusat di Barat Daya Kabupaten Sukabumi dan perbatasan Lebak, Banten. Menurut BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) gempa bumi kali ini dengan magnitudo 6,1 Skala Richter kedalaman 61 Km. Lalu, pada hari Rabu-nya telah terjadi gempa susulan di Lebak, Banten dengan magnitudo 5,1 Skala Richter berada di 72 Km Barat Daya, Lebak, Banten. Posisi gempa berada di 7.19 Lintang Selatan (LS) dan 106.07 Bujur Timur pada kedalaman 42 Km.

Gempa bumi sendiri memiliki makna getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Sedangkan gelombang seismik sendiri adalah rambatan energi yang disebabkan karena adanya gangguan di dalam kerak bumi, misalnya adanya patahan atau adanya ledakan. Energi ini akan merambat ke seluruh bagian bumi dan dapat terekam oleh seismometer. 

Sedangkan yang terjadi pada gempa bumi di Lebak Banten menurut BMKG akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia. Karena gempa hari Selasa (23/01) dan Rabu (24/01) menandai aktifnya zona tektonik di kawasan ini, sekaligus menjadi peringatan dampaknya bisa mencapai Jakarta. Pusat gempa di bawah laut, di kedalaman 61-72 Km.

Gempa yang terjadi dimulai tanggal 23 Januari 2018 pada siang hari, menyebabkan ratusan rumah di Lebak, Banten rusak. Sedangkan bagi penduduk yang berada di wilayah sekitarnya, seperti Jakarta, Tangerang, Bogor, yang ikut merasakan gempa bumi berupa guncangan berpotensi, menjadi resah lantaran takutnya ada gempa susulan. 

Melihat situasi yang sedang resah, ada saja hoax (berita palsu) yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Seperti, akan adanya gempa susulan, lalu gambar atau pun video yang terjadi di wilayah sebelumnya yang telah lalu disebarkan kembali. Memang ada-ada saja hoax yang beredar dari media sosial yang membuat penggiat media sosial harus semakin teliti dalam menyaring informasi.
Gempa Lebak

Nyatanya, tak hanya hoax yang beredar di media sosial. Ada juga status-status lucu mengenai suasana saat terjadinya gempa. Mulai dari status mengenai reaksi saat gempa datang, sampai mengenai jomblo #eeeh. Namanya juga lagi panik ya, yang penting mah nyawa selamat aja udeh alhamdulillah banget :D.
Gempa Lebak

Termasuk saya, bertingkah aneh saat adanya gempa. Beginilah kurang lebih ceritanya : ""Siang itu saya dan kakak sedang duduk di lantai dalam rumah, saya duduk sambil membalas pesan yang masuk di WA. Lalu tiba-tiba, saya merasakan getaran pada bagian tubuh yang menempel dengan lantai (Sedang duduk di lantai kan ceritanya) seperti diayun-ayun. Saya langsung berteriak 'Gempa' sambil berlari keluar (Kata kakak sih, lari saya kencang seperti kilat :D), sesampainya di pagar saya bertanya ke Bapak dari salah satu layanan internet yang sedang mengurus kabelnya "Pak, gempa ya?", ternyata si Bapak belum tahu kalau sedang terjadi gempa. Lalu si Bapak pun memperhatikan atap tetangga saya yang goyang, dan dia menjawab "Iya gempa" (Tapi biasa aja nadanya). Lah saya malah panik, baru keinget belum pakai kerudung #Nahloh. Saya langsung tatap-tatapan dengan kakak saya sambil berteriak 'KERUDUNG!'. Dalam keadaan panik, biasanya saya langsung berpikir cepat. Begitu saya lihat di jemuran ada kerudung, saya langsung memakai kerudung itu yang untungnya sudah kering :D. Lah si kakak dari dalem rumah yang abis ngambil kerudungnya malah teriak "Mar, matiin TV" (Padahal dia yang ada di dalem), tanpa pikir panjang kali lebar, saya langsung matikan saja sekring listrik. Mati semua dah tuh! Langsung dah ngibrit keluar :D"".

Begitulah tingkah panik saya dan sang kakak yang ingin menyelamatkan nyawa masing-masing. Dari kejadian ini, saya menjadi tahu bahwa "Begini lho rasanya saat terjadi bencana alam", walaupun bukan berada di pusat gempa terjadi, tapi sudah terbawa oleh suasana duluan. Padahal, kita semua sudah tahu jika Allah menghendaki maka terjadilah. Dan hanya kepada Allah SWT sepatutnya kita berlindung.

Bencana alam bisa terjadi kapan saja, apalagi mengingat bahwa keadaan bumi yang sudah semakin tua. Entah, dalam keadaan yang seperti apa saya akan meninggalkan dunia ini. Karena sesungguhnya kita hidup di dunia ini sembari menunggu ajal menjemput. Nyawa itu bagaikan kesempatan untuk kita, untuk memperbaiki diri menjadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Semoga bencana gempa bumi ini, sebagai pengingat untuk kita semua bahwa Allah SWT telah menegur kita melalui bencana ini. Untuk menjadikan muhasabah diri untuk kita semua, agar lebih dekat lagi denganNya dengan menjalankan perintahNya serta menjauhi laranganNya.

Kalau kita menengok pada kitab suci Al-Qur'an. Bahwa pada saat terjadinya gempa di Lebak pada tanggal 23 Januari 2018 di jam 13:34. Dan jika dilihat dari Al-Qur'an surah Ar-Ra'd 13:34 yang artinya "Mereka mendapat siksaan dalam kehidupan dunia, dan azab akhirat pasti lebih keras. Tidak ada seorang pun yang melindungi mereka dari (azab) Allah."

Sedangkan saya menjadi merenungkan mengenai Al-Qur'an surah Ar-Ra'd 13:31 yang artinya "Dan sekiranya ada sesuatu bacaan (Kitab Suci) yang dengan itu gunung-gunung dapat digoncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara, (itulah Al-Qur'an). Sebenarnya segala urusan itu milik Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman mengetahui bahwa sekiranya Allah menghendaki (Semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sampai datang janji Allah (penaklukan Mekah). Sungguh, Allah tidak menyalahi janji."

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.
Setelah kejadian gempa bumi ini juga, saya menjadi memikirkan sesuatu yang entahlah menjadi salah satu prioritas saya juga. Yaitu menikah! Setelah membaca postingan di instagram yang seperti di bawah ini.
Menikah

Saya menjadi berpikir, mengenai penggenap ibadah seumur hidup ini. Yang jomblo coba dijawab di kolom komentar :). Iya atau iya, pas gempa panik karena belum melaksanakan ibadah seumur hidup ini?

Tapi, menikah juga soal-menyoal kesiapan diri untuk memasuki kehidupan yang baru, bukan? Lebih baik lagi mempersiapkan semuanya dimulai dari sekarang, sampai waktu yang telah ditetapkan Allah SWT tiba. Yang perlu diluruskan adalah niatnya, niat karena Allah SWT niat karena ingin menjalankan ibadah. Bismillah..

Semoga bencana gempa bumi ini menjadikan pembelajaran untuk kita semua untuk ke depannya. Sekian dari saya untuk artikel kali ini, dan terimakasih sudah mau membaca :)

Terimakasih untuk Mba Nurhasanah yang sudah request artikel mengenai 'Gempa Bumi'. Ini ya Mba, tulisannya :)

Wednesday, January 24, 2018

Mengupas Buku "Al Bahri - Aku Datang dari Lautan"

January 24, 2018 0 Comments
"Al Bahri - Aku Datang dari Lautan"
Cover Novel Serial
"Al Bahri - Aku Datang dari Lautan"
 
Buku dengan sampul berwarna biru yang menggambarkan sosok lelaki muda yang seolah berada di dasaran laut biru merupakan novel serial yang ditulis oleh Gol A Gong yang diisi juga dengan sajak-sajak karya dari Toto ST Radik. Diterbitkan pertama kali oleh Asy Syaamil, di Bandung, pada Januari 2001. Sesuai dengan gambaran pada sampulnya, bahwa buku dengan judul "Al Bahri - Aku Datang dari Lautan" berkisah mengenai sosok lelaki muda yang beriman kepada Allah SWT, yang datang dari lautan. Dari lautan?! Pasti membuat otak menjadi berfikir keras. Bagaimana  bisa, oh mungkin terlahir di atas kapal saat berada di tengah lautan.
 
Al Bahri seorang anak muda sebatang kara, ayah kandungnya telah tiada pun ibu kandungnya telah meninggal dunia beberapa saat setelah melahirkannya di atas kapal. Yang akhirnya Al Bahri dibesarkan oleh ayah angkatnya yang merupakan seorang nahkoda, namun setelah Al Bahri remaja, ayah angkatnya meninggalkannya di pesantren. Dan dalam novel serial "Al Bahri -  Aku Datang Dari Lautan" juga berkisah mengenai dirinya setelah meninggalkan pesantren untuk menjelajahi dunia luar.
"Al Bahri - Aku Datang dari Lautan"
"Al Bahri - Aku Datang dari Lautan"
 
"Kata bapak angkatku, Sang Nahkoda Kapal, aku lahir bersamaan dengan suara petir dan deras hujan, mengiringi kepergian Ibuku! Sang Nahkoda membopong dan mengumandangkan adzan di telingaku. Dinamainya aku 'Muhammad Al-bahri'. Panggil aku 'Bahri'. Umurku 20 Tahun. Aku tumbuh di atas kapal kayu bersama gelombang, terik matahari, purnama, dan bintang-bintang; bersama jaring, bau ikan, tawa riang Sang Nahkoda dan para ABK.....,"

Begitulah sepenggal catatan harian Al Bahri yang tercecer. Di buku pertamanya ini, Kado Lebaran, Al Bahri, dalam keadaan sakit parah, menyerahkan kesepuluh buku hariannya pada sang penulis untuk diberikan kepada bapak angkatnya, Sang Nahkoda Kapal. Di Kado Lebaran diceritakan bagaimana Al Bahri berlebaran di Dataran Tinggi Dieng, yang sedang kena bencana asap beracun, juga saat berlebaran kala banjir di Tanah Abang, dan terakhir di sebuah kota kecil di Pantai Selatan yang digulung api membara!
 
Dua paragraf di atas merupakan gambaran dari novel serial "Al Bahri -  Aku Datang Dari Lautan" yang berjumlah 120 Halaman. 
 
Saya membaca buku ini untuk kali pertamanya saat duduk dibangku SD atau SMP sekitar tahun 2004 atau tahun 2005 atau mungkin tahun 2006, saya lupa untuk menuliskan tanggal pada bukunya. Yang jelas, setelah membaca buku ini saya sangat terkesan oleh pesan-pesan moral yang tercantum di dalamnya. Terbukti dengan cara memberi sampul berupa isolasi yang ditempelkan pada buku tersebut, menandakan bahwa buku tersebut merupakan salah satu buku favorit saya waktu dahulu. Selain dengan cara tersebut, cara lainnya yang saya lakukan untuk mengapresiasi buku yang saya sukai adalah dengan memberikan goresan-goresan pada lembar pertama. Seperti gambar di bawah ini. 
"Al Bahri - Aku Datang dari Lautan"
Coretan Tangan Saya

Saya mendapatkan buku ini dari toko buku Abi saya yang sudah tutup sejak saya sedang di bangku SD. Bisa dibilang dari kecil saya sudah akrab dengan buku, termasuk novel serial yang satu ini. Sudah lama tidak membuka-buka buku yang satu ini, dengan rasa penasaran karena lupa dengan kisahnya, akhirnya beberapa minggu kemarin saya mulai membacanya kembali. 

Pantas saja saya mengistimewakan buku yang satu ini, karena banyak sekali pembelajaran yang saya dapatkan setelah membaca buku ini. Mulai dari bagaimana seorang anak muda yang sebatang kara menjalani kehidupan di dunia ini setegar batu karang. Bagaimana kuatnya menghadapi berbagai lika-liku hidup namun tetap berpegang dalam iman islamnya. Bagaimana bersosialisasi di berbagai daerah yang berbeda, menjadi manusia yang berkepribadian baik serta berhati mulia. Semua itu ada pada sosok Al Bahri. 

Al Bahri adalah sosok yang sangat mengejar akhirat namun tidak melupakan dunia. Seperti itulah saya menggambarkan sosok Al Bahri saat membaca novel serial "Al Bahri - Aku Datang Dari Lautan". Sebagai seorang sebatang kara dalam menjalani kehidupan, semua umat muslim yang dijumpainya, ia anggap sebagai saudara seimannya. Betapa indahnya kehidupan kalau kita dapat berpikir layaknya seorang Al Bahri.
 
Menjalani kehidupan dengan penuh rasa ikhlas. Hanya satu tujuan dalam setiap langkahnya, yaitu segera menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya. Ya, seperti itulah hakikat kehidupan yang sebenarnya. Hanya mengharap Ridho Allah, karena tujuan kehidupan ini adalah akhirat kelak. 

Salah satu kalimat yang membuat tertegun saat membaca novel serial "Al Bahri -  Aku Datang Dari Lautan" adalah "Harta boleh melayang, tapi iman tetap terpelihara". Seperti inilah potongan salah satu kisah dalam novel serial "Al Bahri -  Aku Datang Dari Lautan" mengenai kebakaran dahsyat yang terjadi beberapa hari saja menjelang lebaran yang terjadi di kota kecil di Pantai Selatan :

"Gema takbir membahana. Para pemilik kios yang terbakar mencoba merenungi kalimat takbir yang mengagungkan Allah itu dengan nasib naas yang merenggut harta mereka! Ada perasaan berduka, ada perasaan bersyukur karena mereka sudah berhasil mengatasi cobaan yang maha berat ini dengan sikap sabar dan tabah. Puasa terlewati dan hari kemenangan di depan mata. Harta boleh melayang, tapi iman tetap terpelihara." Hal 111.

Kembali mengingatkan para pembaca, bahwa harta hanyalah titipan Allah SWT. Kapan pun bisa Allah ambil! Tetapi yang terpenting bagaimana agar kita tetap ikhlas menerima kenyataan hidup. Bagaimana agar iman tetap terpelihara seperti para pemilik kios pada kisah tersebut.

Balik lagi ke tokoh utama yaitu Al Bahri, ia akan terus melangkahkan kaki ke daerah yang belum dijumpainya. Ia akan menyusuri perjalanan selama ia masih hidup, mencoba melaksanakan perintahNya serta menjauhi laranganNya sesuai dengan yang tertulis dalam kitab suci Al-Qur'an. Tentunya mengambil setiap hikmah atas kejadian selama perjalanannya untuk sampai pada tujuannya.

"Al Bahri - Aku Datang Dari Lautan" merupakan buku yang sangat recomended untuk dibaca oleh anak muda. Novel serial yang mengandung nilai sosial, nilai ethik, nilai spirit, nilai koleksi, hingga nilai kultural. Mencakup nilai-nilai yang sangat dibutuhkan oleh pembaca dalam hal-hal tersebut.

Nah, karena mencakup nilai koleksi, maka novel serial "Al Bahri - Aku Datang Dari Lautan" ini sangat wajib untuk dibaca serta dimiliki oleh kalian yang merupakan anak muda zaman now :)

dalam dahaga impian musafir
kuarungi samudra maha luas ini
menyusuri jalan-jalan setapak
mencari jejak riwayat yang retak
antara bayang-bayang cinta dan derita 
kupanjatkan do'a kunafasi dengan dzikir
bumi dan langit pun menyerukan salam
meneguhkan Rahman dan Rahim
( Hal 99 "Al Bahri - Aku Datang Dari Lautan" )

Thursday, January 18, 2018

Berjalan di Tepian Cisadane

January 18, 2018 0 Comments
Sudah lama tidak merasakan berjalan kaki di tepian Cisadane. Dulu, sewaktu SMK sering berjalan di tepian Cisadane karena jarak sekolah yang terbilang dekat dari Cisadane. Yaitu SMK Al-Ijtihad yang lebih tepatnya beralamat di Jl. Assalam, Gerendeng, Karawaci. Kala itu 6 atau 7 tahun lalu, tepian Cisadane masih polos. Mungkin hanya terdapat beberapa pedagang kaki lima saja. Beda hal jika sedang ada acara Festival Cisadane, segala macam bazar, panggung pertunjukan, lomba mendayung, dan berbagai aktifitas lainnya membuat tepian Cisadane menjadi ramai.

Dari tahun ke tahun, kini Tepian Cisadane semakin berkembang. Terlihat perkembangan yang begitu bersahabat dengan dibangunnya berbagai ikon dan pemberian warna yang menjadikan Tepian Cisadane semakin hidup dan bersahabat untuk dijadikan tempat bercengkrama.

Kamis 11 Januari 2018 minggu kemarin lebih tepatnya, setelah saya bermain di Taman Gajah Tunggal yang artikelnya bisa dibaca di sini http://rodhiyatummardhiyah.blogspot.co.id/2018/01/taman-gajah-tunggal-yang-instagramable.html. Saya bersama sang kakak, memutuskan untuk berjalan kaki mengelilingi tepian Cisadane dimulai dari Taman Gajah Tunggal.

Siang itu, kami sangat menikmati perjalanan karena kini Tepian Cisadane sudah sangat bersahabat untuk pejalan kaki seperti kami. Mulai dari Jalan Perintis Kemerdekaan, yang di tepian Cisadane diberi pagar pembatas berwarna merah dan difasilitasi tempat duduk berwarna putih yang unik tentunya bisa diajak untuk cekrak-cekrek. Seperti gambar di bawah ini.
Tepian Cisadane
Menikmati udara segar tepian cisadane di Jln. Perintis Kemerdekaan

Lalu, setelah itu kami berjalan mengambil arah kiri yang berarti memasuki daerah Pasar Lama, masih dengan nama jalan yang sama yaitu Jalan Perintis Kemerdekaan, Babakan, Kota Tangerang. Sebelumnya kami disuguhkan dengan ikon yang bertuliskan "Kampung Bekelir". Ikon yang sangat unik dan penuh warna sesuai dengan tulisannya yaitu "Bekelir". Melalui ikon itu, kami diberitahu bahwa kami akan memasuki wilayah yang berwarna-warni.
Pasar Lama
Kami mengambil arah kiri


Kampung Bekelir
Kampung Bekelir

Dibuka dengan trotoar yang berwarna-warni, lalu dinding dengan gambar-gambar kreatif dari para seniman, serta genteng yang berwarna-warni, kami mengawali perjalanan menyusuri Kampung Bekelir. Perjalanan yang sangat menyenangkan, siang itu sengatan matahari tidak begitu terasa karena pohon-pohon yang berdiri tegak telah menemani perjalanan kami.
Kampung Bekelir
Suasana Kampung Bekelir

Yes, kami merasa siang itu seperti wisatawan dari luar kota. Mungkin, karena kami sudah lama tidak berjalan kaki di tepian Cisadane sehingga kaget dengan perubahan yang sangat menyenangkan ini. Berjalan langkah demi langkahnya sambil menikmati keunikan dari Kampung Bekelir dan tidak lupa mengambil beberapa potret gambar untuk dijadikan informasi pada tulisan kali ini.
kampung Bekelir
Salah satu lukisan di dinding kampung bekelir
kampung Bekelir
Suasana Jalan Kampung Bekelir

Lalu, selanjutnya kami memasuki Jalan Kali Pasir Indah Kota Tangerang. Lagi-lagi sesuatu yang unik telah menyambut kami, yaitu Flying Deck. Layaknya jembatan yang sedang terbang jika kita menaikinya. Pagar yang menjadi pembatas Flying Deck terbuat dari besi dengan cat berwarna merah, sedangkan lantainya terbuat dari pvc decking, lalu kursi yang menjadi fasilitas tambahan untuk pengunjung yang ingin duduk santai menikmati udara segar di tepian sungai Cisadane.
Jl. Kalipasir Indah
Jl. Kalipasir Indah

Flying Deck
Flying Deck
Flying Deck
Flying Deck

Flying Deck ini sepanjang 142 meter dengan lebar 3 meter yang dibangun oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporparekraf) Kota Tangerang pada Tahun 2016. Sangat cocok bukan untuk tempat rekreasi yang kekinian? Apalagi ditambah angin sepai-sepoi karena berada di tepian sungai Cisadane. Kalian penasaran? Hayuk ke Tangerang :)

Berjalan di atas Flying Deck rasanya seperti di atas dermaga. Entahlah, karena suasana hati yang memang sedang merindukan alam atau memang suasana Flying Deck yang sangat mendukung. Yang jelas aku semakin jatuh cinta dengan Kota ini, Kota Tangerang yang terkenal dengan istilah seribu industri dan sejuta jasa.

Oh ya, By the way ada sudut di atas Flying Deck yang menurut saya lumayan ciamik untuk pengambilan gambar. Dimana pinggiran Flying Deck diisi dengan pepohonan berwarna hijau, yang menggambarkan seolah sedang berada di tengah hutan. Seperti gambar di bawah ini.
Flying Deck
Flying Deck
Tak terasa Flying Deck sudah kami lewati, kami memutuskan untuk tetap melanjutkan kenikmatan berjalan kaki di tepian Cisadane. Hingga waktu sholat ashar semakin dekat, dan kami putuskan untuk melaksanakan sholat ashar di Masjid Agung Al-Ittihad. Semakin sore semakin ramai pedagang, seperti itulah kondisi jalan di sekitar Pasar Lama yang terkenal dengan keanekaragam makanannya. Jarak yang kami tempuh dalam berjalan kaki kurang lebih 2,2 km terhitung dari Taman Gajah Tunggal hingga Masjid Agung Al-Ittihad.

Perjalanan hari itu menjadi perjalanan yang sangat menarik. Dan satu sih pesan saya, berjalan kaki siang hari saat hari kerja itu lebih berasa kenikmatannya. Cekrak-cekrek mengambil gambar di spot yang ciamik dalam keadaan lengang. Alhamdulillah bisa merasakan kenikmatan di Kota Tangerang.

Saya berharap, tempat-tempat rekreasi di Tangerang semakin bertambah hingga ke Kabupatennya. Dan yang paling penting, masyarakat dapat tetap menjaga tempat rekreasi dengan tidak merusaknya. Jadi, kapan kita keliling bareng? Hehe..

Kini tepian Cisadane semakin hidup dan bersahabat, dan aku akan terus jatuh cinta dibuatnya. Kota Tangerang, di mana aku dilahirkan, di mana aku dibesarkan, di mana berbagai pembelajaran hidup mengingatkanku, dan di mana aku bertemu dengan masa lalu yang menjadikan pembelajaran. Untuk masa yang akan datang, tetaplah berkenalan dengan Kota ini, tetaplah bercengkrama dengan Kota ini, dan tetaplah bersahabat dengan Kota ini.

Sunday, January 14, 2018

Taman Gajah Tunggal yang Instagramable di Tangerang

January 14, 2018 0 Comments
Taman Gajah Tunggal
Taman Gajah Tunggal

Sudah lama rasanya tidak merasakan permainan di taman terbuka. Kalau mengingat umur yang hampir seperempat abad ini, terlihat lucu sih bermain permainan di taman terbuka. Hal yang biasanya hanya dilakukan oleh anak kecil. Namun, pemikiran seperti itu tidak berlaku dengan saya. Selagi dapat merasakan "Bermain" di taman terbuka, maka akan saya rasakan dan nikmati. 

Melupakan semua pemikiran sejenak, melepas tawa saat bermain, dan terbawa akan keasyikan permainan. Ada kalanya saat seperti itu saya rindukan saat beranjak dewasa.

Nyatanya saat saya dan kakak bermain di Taman Gajah Tunggal kemarin hari Kamis tanggal 11 Januari 2018, ada juga kok mahasiswa yang sedang bermain ayunan untuk melepaskan penat dari kegiatan UAS yang sedang dijalaninya. Jadi sah saja kan kalau orang dewasa masih bermain ayunan? Hehe.

Oh iya, by the way kenalan dulu yuk sama Taman Gajah Tunggal. Taman ini beralamat di Jl. Perintis Kemerdekaan I No. 1, Babakan, kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118. Tepatnya didepan Masjid Jami Al-Amin tepian Sungai Cisadane, Cikokol Tangerang.

Taman Gajah Tunggal merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kota Tangerang dengan PT. Gajah Tunggal Tbk. Yang diresmikan di Tangerang pertanggal 20 Agustus 2017 lalu, sesuai dengan Visi yang dimiliki oleh PT. Gajah Tunggal Tbk yakni untuk menjadi "Good Corporate Citizen". (Sumber : Tribunnews.com)
Taman Gajah Tunggal
Taman Gajah Tunggal

Taman terbuka hijau ini seluas lebih dari 7000m2. Dengan menyediakan berbagai fasilitas yang sangat menunjang sebagai tempat rekreasi keluarga. Mulai dari taman bermain anak yang terdiri dari beberapa permainan yang didominasi terbuat dari ban, lalu ada kantin yang tertata rapih dan bersih, panggung terbuka, musholla, toilet, dan tempat parkir. Oh ya, tentunya Taman yang satu ini sangat instagramable karena desain Taman yang unik didominasi oleh ban.

Dengan fasilitas yang terbilang lengkap. Pastinya, menjadikan Taman Gajah Tunggal sebagai tempat yang sangat recomended untuk rekreasi keluarga, tempat berkumpul komunitas, tempat berolahraga, dan yang tidak ketinggalan adalah tempat untuk mengekspresikan kreativitas seperti halnya fotografi dan videografi.

Taman Gajah Tunggal
Taman Gajah Tunggal, Taman Instagramable di Tangerang
Dengan hadirnya Taman Gajah Tunggal ini, menambah deretan taman terbuka yang telah dibangun oleh Pemerintah Kota Tangerang yang semakin menjadikan kota Tangerang sebagai kota yang bersahabat dengan rakyatnya. Saya termasuk salah satu warga Tangerang yang senang mengikuti perkembangan Kota Tangerang. Iyalah, sebagai seorang yang sangat memperhitungkan biaya hidup, seringnya saya rekreasi ke Taman Terbuka yang tidak perlu membayar tiket masuk. Selagi ada yang gratis yuk kunjungi. Hehe.

Untuk taman bermainnya Taman Gajah Tunggal, teridiri dari beberapa permainan yang buatannya didominasi dari ban. Seperti ayunan yang tempat duduknya terbuat dari ban, lalu ada perosotan yang juga terbuat dari ban, dan berbagai permainan lainnya. Seperti di bawah ini.
Taman Gajah Tunggal
Taman Gajah Tunggal

Taman Gajah Tunggal
Taman Gajah Tunggal
Taman Gajah Tunggal
Taman Gajah Tunggal

Lalu untuk Mushola dan toiletnya bersebalahan dengan area parkir kendaraan bermotor, tepatnya di ujung belakang dari ikon patung gajah. Jadi kalian tidak usah khawatir kesusahan mencari tempat beribadah, karena Taman Gajah Tunggal telah menyediakannya apalagi Taman ini lokasinya bersebrangan dengan Masjid Jami Al-Amin. Rekreasi dapet ibadah pun dapet. Hehe.

Taman Gajah Tunggal
Taman Gajah Tunggal

Untuk kantinnya berada di dekat panggung terbuka, dengan tatanan yang rapih dan bersih tentunya. Seperti gambar di bawah ini.

Taman Gajah Tunggal
Taman Gajah Tunggal
Nah, yang menjadikan Taman Gajah Tunggal ini semakin kece yakni panggung terbukanya. Dengan warna abu-abu yang disertai dengan beberapa ban bergambar logo Gajah Tunggal, membuat desain ini terlihat unik. Kalian bisa lihat gambar di bawah ini.
Panggung Terbuka Taman Gajah Tunggal
Panggung Terbuka Taman Gajah Tunggal
Oh ya, kalau ingin berfoto di panggung terbuka Taman Gajah Tunggal sebaiknya saat selain siang hari. Kenapa? Panas banget kalau duduk di panggungnya. Tapi silahkan kalau mau mencobanya. Hehe.

Dan kalau ingin mengambil foto dengan puas, ada baiknya berkunjung pada hari selain weekend ya. Karena dapat dipastikan saat weekend tiba, Taman Gajah Tunggal ramai pengunjung. Nah kalau weekend tempat parkir pun padat kendaraan, sehingga pengunjung ada yang parkir di Masjid Jami Al-Amin.

Bagaimana, Asyik banget kan berkunjung ke Taman Gajah Tunggal? Yuk ajak orang tersayang rekreasi ke sini juga. Dan jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan serta kelestarian tamannya ya.
Taman Gajah Tunggal
Taman Gajah Tunggal